Kota Ini Akan Dijadikan Tempat Pembangkit Tenaga Surya

13

SULSELSATU.com – Bencana nuklir di kota Chernobyl, Ukraina berdampak fatal. Hingga kini kota itu masih ‘mati’ karena radiasi nuklir. Siapapun yang menyingghahi Chernobyl tanpa alat pengaman khusus, pastinya akan terkena radiasi.

Namun kota mati ini tidak selamanya menjadi kota ‘hantu’. Wilayah Chernobyl tengah dijadikan lokasi membangun proyek pabrik pembangkit tenaga surya, demikian menurut laman Science Alert. Pabrik baru ini berdiri hanya seratus meter dari penampungan objek yang dijuluki sarkofagus. Sebuah kubah logam yang disegel yang dirancang untuk mencegah kebocoran radiasi lebih lanjut dari sisa-sisa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl.

Pemasangan panel surya ini diharapkan dapat membantu bumi untuk memberikan hal lebih baik. Ketimbang hanya sekedar menjadi kota yang terluka dan mati.

“Pembangkit tenaga surya ini dapat memenuhi kebutuhan sebuah desa berukuran sedang,” kata Yevgen Varyagin, bos Solar Chernobyl yang menjalankan proyek tersebut kepada AFP.

Tanah di daerah tersebut tetap terkontaminasi parah. Pihak berwenang Ukraina mengatakan akan memakan waktu lebih dari 24 ribu tahun sebelum orang-orang dapat kembali tinggal di sana dengan aman. Namun pabrik baru tersebut menunjukkan bahwa lahan seluas Chernobyl dapat dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik.

Video Pilihan

Kota Chernobyl (INT)

Pabrik surya baru ini mencakup sekitar 16 ribu meter persegi (3,95 hektar) dan dilengkapi dengan 3.800 panel fotovoltaik untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Bukan berarti lokasi Chernobyl sudah sepenuhnya aman. Sebagai salah satu tindakan pencegahan, panel surya dipasang pada pelat beton daripada dipasang di tanah.

Ada sekitar 25 kilometer persegi (6.178 hektar) yang telah disediakan oleh pemerintah Ukraina untuk pengembangan tenaga surya, dengan 60 proposal yang saat ini dipertimbangkan oleh pihak berwenang.

Solar Chernobyl dan beberapa mitra juga baru saja menyelesaikan pembangkit tenaga surya berkapasitas 4,2 megawatt di Belarus, yang masih berada di zona iradiasi. Keuntungan lain dari situs ini adalah sudah terhubung ke grid karena pembangkit tenaga nuklir, yang terus beroperasi dalam beberapa bentuk sampai tahun 2000.

Bencana nuklir itu terjadi pada 26 April 1986 reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl meledak. Saat itu Chernobyl masih jadi bagian Uni Soviet. Hal ini menyebabkan pelepasan radialtor terbesar yang tidak terkendali di atmosfer.

Kota Chernobyl (INT)

Dikabarkan 31 jiwa melayang akibat ledakan tersebut. Setelah evakuasi dan proses pembersihan yang ekstensif, wilayah ini berangsur-angsur menjadi berguna lagi lebih dari 30 tahun kemudian

“Sedikit demi sedikit kami ingin mengoptimalkan zona Chernobyl,” kata Varyagin kepada Anna Hirtenstein di Bloomberg tahun lalu.

Editor : Agung Hidayat