Begini Solusi yang Ditawarkan MTI Sulsel untuk BRT

27
Halte BRT tampak sepi dari masyarakat yang akan mengakses BRT (Sulselsatu/Moh Diaz Sharif)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR-Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel, Lambang Basri Said, menyebut alasan utama Bus Rapid Transit (BRT) kurang diminati masyarakat karena ketidakpastian waktu tunggu.

“Khusus untuk bus, MTI memandang bahwa masalahnya adalah pertama, ketidakastian. Ketidakpastian antara waktu tunggu antara yang bus yang satu dengan yang lain. Adakah kira-kira bus kedua kalau saya menunggu 5 menit ini. Nah, itu yang tidak pasti,” kata Lambang Basri Said, Minggu (14/1/2018).

Kedua, menurut Basri, karena berhimpitnya trayek angkutan pete-pete dengan angkutan bus yang membuat kedua moda transportasi ini harus melintas bersamaan. Masyarakat yang enggan repot pasti lebih memilih pete-pete karena kebutuhan dan tujuannya juga sama, apalagi rutenya lebih jelas.

“Jadi, walaupun panas tapi pete-pete itu pasti. Di mana saja bisa naik dan bisa turun. Itulah yang dimiliki pete-pete sehingga bus tidak diminati,” ungkapnya.

Menurutnya, filosofi dari pengadaan BRT sebagai angkutan massal harus dibarengi dengan adanya angkutan lain yang bisa berperan sebagai angkutan pengumpul yang disebut angkutan feeder.

“Jadi memang harus ada sinergi, kalau tidak maka permintaan masyarakat untuk angkutan umum bus akan semakin turun,” ucapnya.

Dia menyarankan jika pemerintah tetap ingin mempertahankan ketersediaan BRT, maka pemerintah harus memperbaiki pelayanan mulai dari menjamin kepastian waktu tunggu hingga membangun sinergitas antara trayek yang berhimpit.

“Untuk menjamin kepastian tadi, jumlah armada harus diseimbangkan. Misalnya, satu trayek panjangnya 10 km. Untuk menjamin 10 km itu ditempuh 60 menit, maka paling tidak bus yang harus siap untuk menjamin 5 menit harus 12 armada. Jadi 60 dibagi 12 itu 5. Jadi setiap 5 menit itu ada bus datang,” bebernya.

“Makanya bahwa setiap trayek harus disiapkan 12 armada. Kemudian dari 12 armada inilah yang nantinya akan menjawab kepastian mereka,” demikian dia menambahkan.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya