BRT Akan Ditarik, Ini Tanggapan Warga

Lengang, Bus Rapid Transit (BRT) belum menjadi transfortasi andalan di Makssar (Sulselsatu/Moh. Niaz Sharif)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rencana penarikan Bus Rapid Transit (BRT) dari Sulsel mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat akan menarik sejumlah armada BRT yang beroperasi di Makassar.

Kabar ini sempat membuat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), geram. Pasalnya pihak Damri, kata Syahrul, sama sekali belum pernah berbicara langsung dengannya terkait rencana penarikan ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Latief, mengusulkan agar BRT diambil alih oleh pemprov. Menurutnya, selama ini Pemprov Sulsel telah berupaya keras untuk menjalankan program tersebut dengan menyediakan halte.

Meski telah beredar kabar BRT akan ditarik, Tri, salah seorang warga yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Makassar, mengatakan baru akan mencoba menggunakan BRT.

“Mau coba. Jadi belum tahu bagus atau tidak. Baru mau dilihat,” ujarnya saat ditemui di salah satu halte BRT, Minggu (14/01/2018).

Sementara itu, Nurul Rara, salah seorang pegawai BUMN, mengaku setuju jika BRT ditarik. Menurutnya, wajar jika BRT mengalami kerugian karena hanya sedikit orang yang mau menggunakannya dikarenakan bus yang sering terlambat datang.

“Satu bus itu palingan beberapa orang. Banyak yang kosong karena jadwalnya tidak ditau,” katanya.

Ia mengakui bahwa kesan pertama yang didapatkan saat menggunakan BRT adalah bersih, nyaman karena berAC, dan tarifnya yang murah.

Kendati demikian, ia menyayangkan bus yang terlalu lama datang. Menurutnya, hal itulah yang membuat orang jadi malas menggunakan BRT.

“Apalagi sudah ada transportasi online yang di telepon langsung datang. Kalau ini (BRT) memang murah tapi lama menunggunya. Itu pun kalau memang datang,” ujarnya.

Rara juga menambahkan kalau BRT sama sekali tidak berpengaruh untuk mengatasi kemacetan di Makassar. Menurutnya, kemacetan sebenarnya terjadi karena terlalu mudahnya orang mengeluarkan kendaraan.

“Di jalanan saja banyak sekali mobil plat putih saking gampangnya mengeluarkan mobil. Orang bakal beralih ke bus kalau bagus fasilitasnya dan tidak lelet. Masih banyak yang perlu diubah. Kalau ini harus diperbaiki dulu jadwalnya. Jangan bikin alternatif transportasi, tapi jadwalnya setengah-setengah,” ucapnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein

Komentar :