‘Bukan Mahar Politik, Tapi Dana Operasional Kampanye’

7
Ilustrasi. (INT)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Benarkah ada mahar di balik rekomendasi partai politik di pilkada serentak? Benarkah jika rekomendasi menunggu sampai kandidat mampu memenuhi “tebusan” untuk parpol?

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan, jika partainya sama sekali tak menerima uang mahar dalam mengusung kandidat di pilkada. Hanya saja, calon pemimpin di daerah itu harus memiliki modal yang cukup untuk maju dalam Pilkada.

Meski demikian modal tersebut bukan untuk partai politik melainkan untuk dana operasional yakni biaya berbagai kegiatan seperti kampanye. Biaya operasional untuk mensukseskan satu calon kepala daerah tak hanya berasal dari calon tersebut, melainkan dana patungan dari kader-kader partai.

“Kalau tak punya (modal) nanti gimana, perlu masang spanduk ini, saksi perlu makan nasi kotak kan nggak gratis, artinya perlu biaya operasional untuk biaya pemenangan, tapi untuk ngasih uang partai kami enggak,” tutur Zulkifli saat temu kader PAN se-Solo Raya di GOR Manahan pada Sabtu (14/1/2018) seperti dikutip Republika.com.

Zulkifli mencontohkan dalam Pilgub DKI Jakarta, jelas dia pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh banyak bantuan dana dari kader-kader partai pengusung serta simpatisan. Zulkifli yakin banyak pendukung yang rela untuk menyumbangkan hartanya bagi pasangan yang dinilai jujur dan bersih. Dana yang terkumpul tersebut jelas dia sepenuhnya digunakan untuk biaya operasional pemenangan calon kepala daerah.

“Kami tak memungut bayaran, tanya Pak Sudirman satu rupiah pun tidak, di Jawa Barat malah pakai zam-zam dan sekilo kurma,” tuturnya.

Editor: Alam Malik