Parpol Telah “Permainkan” Demokrasi

17
Pengamat Politik Dr. Arqam Azikin sebagai pembicara dalam diskusi publik Quo Vadis Demokrasi Politik Sulsel di PD Muhammadiyah Kota Makassar, Minggu (14/01/2018) (Sulselsatu/Sri Wahyudi Astuti)

SULSELSATU.com, MAKASSAR-Perubahan keputusan arah dukungan partai politik menjadi fenomena tersendiri dalam demokrasi saat ini.

Fenomena tersebut salah satu pokok pembicaraan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Kota Makassar.

Pengamat politik, Dr. Arqam Azikin, mengatakan jika penentu demokrasi saat ini adalah partai politik. Perpindahan partai yang sering terjadi merupakan regulasi yang tidak jelas dalam proses pilkada.

“Tidak ada regulasi terkait partai yang sering berpindah-pindah. Kelemahannya karena partai mudah saja berpindah-pindah. Jika partai mudah berpindah, artinya demokrasi sedang dipermainkan oleh partai politik,” kata Arqam, saat dialog publik Quo Vadis Demokrasi Politik Sulsel di PD Muhammadiyah Kota Makassar, Minggu (14/01/2018).

Jika ini selalu berulang, menurut Arqam, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan menurun dan akan berdampak pada pemilihan kepala daerah nantinya. Mekanisme pendaftaran mungkin sebaiknya dibalik.

Video Pilihan

Mekanisme itu maksud dia, adalah dimana pendaftaran calon partai terlebih dahulu dan pendaftaran perseorangan diwaktu yang berbeda.

“Partai politik bukan permainan, dia (Parpol) merupakan instrumen negara yang memiliki otoritas mencalonkan seseorang. Sebaiknya, jika telah mendaftarkan calonnya, tidak akan ada perubahan calon lagi setelah direkomendasikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, mekanisme dalam pencalonan juga harus berubah sehingga tidak akan muncul lagi masalah yang sama dalam waktu lima tahun kedepan atau di Pilkada 2024 mendatang.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya

Berita Terkait