Pesawat Supersonic Akan Mengudara 2020

Pesawat supersonic (INT)

SULSELSATU.com – Pesawat supersonic komersial terakhir kali mengudara di tahun 2003. Armada Concordde tidak pernah ada lagi di langit.

Pesawat supersonic sejak tahun itu tidak pernah diperbincangkan lagi, kecuali untuk kepentingan militer. Hanya ada sekitar 14 pesawat yang dimiliki oleh British Airways dan Air France. Selain Concorde, Russia pernah membangun Tupolev Tu-144 yang hanya sebentar saja mengudara. Karena pertimbangan keselamatan dan biaya.

Beberapa tahun belakangan ini mengemuka kembali pesawat dengan kecepatan melebihi suara ini diproduksi. Japan Airlines Co Ltd dan Virgin Group dikabarkan berada di belakang proyek supersonic Boom Tech. Kabarnya proyek ini akan membuat pesawat dengan 55 kursi penumpang.

Lalu Lockheed Martin Corp bekerjasama dengan Aerion Corp membangun jet supersonic kecil. Spike Aerospace Inc menyasar pasar private jet dengan menyediakan pesawat supersonic. Sedangkan dari Boeing belum terdengar kabarnya, sebab mereka pernah memiliki proyek ini 15 tahun lalu.

Industri Pesawat Supersonic

Konon kabarnya industri penerbangan memang tengah bersiap-siap meluncurkan pesawat supersonic pada tahun 2020. Berkaca dari Concorde yang mesinnya sangat bising, maka pesawat itu akan dibuat lebih hemat bahan bakar dan senyap.

Tantangan terbesar dari para insinyur pesawat jenis adalah membuat mesin yang irit bahan bakar dan senyap. Bukan pesawat sejenis Concorde atau pesawat tempur yang sangat berisik.

Mungkin saat ini yang membuat mesin lebih baik adalah Aerion yang bekerjasama dengan GE Aviation membuat mesin berdasarkan inti seperti mesin F-16 dan Boeing 737. Menggunakan mesin lama untuk proyek ini Aerion berhasil menurunkan kecepatan mesin itu dari Mach 1,6 menjadi 1,4. Sebagai perbandingan jet bisnis memiliki kecepatan Mach 0,9 dan komersial 0,85.

Rencananya Aerion akan membuat pesawat dengan 12 kursi penumpang dengan tes terbang pada tahun 2023. Nantinya akan mengudara pada tahun 2025. Harga jualnya belum dipastikan, mungkin sekitar Rp1 triliun.

Sedangkan proyek Boom membangun pesawat dengan kecepatan Mach 2,2 dengan harga Rp2,6 triliun. Kemudian Spike menawarkan pesawat berkecepatan Mach 1,6 dengan harga Rp1,3 triliun. Kedua perusahaan ini merencanakan pesawat-pesawatnya sudah dapat dinikmati publik pada tahun 2023. Namun para pengamat mengatakan bahwa tidak mungkin kedua perusahaan tersebut mampu melempar pesawatnya ke pasar pada tahun itu. Karena keduanya belum memilih mesin untuk proyek itu.

Editor: Agung Hidayat