Begini Pengakuan Kadisbud Jeneponto Terkait OTT di Kantornya

208
Sejumlah uang pecahan Rp100 ribu yang diduga hasil pungli dari guru honorer diamankan Kejari Jeneponto saat OTT (Sulselsatu/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir, akhirnya angkat bicara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejari Jeneponto di kantornya, siang tadi.

Alam, berdalih menyesalkan adanya dugaan pungli di dinasnya. Menurutnya, tidak seharusnya tenaga honorer dimintai sejumlah uang untuk mendapat SK Dinas maupun SK Bupati.

“Saya menyesalkan dugaan pungli pada seksi sertifikasi dinas pendidikan, tidak selayaknya tenaga honor dimintai uang untuk mendapatkan SK Dinas maupun SK Bupati,” kata Alam, melaui via Whatsap, Senin malam (22/1/2018).

Menurutnya, terbitnya SK untuk tenaga honorer semata-mata pengakuan pemerintah sekaligus bukti pengabdian mereka sebagai tenaga pengajar non PNS yang masih dibutuhkan untuk mengisi kekurangan guru di daerah ini.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kabid Ketenagaan sebagai atasan langsung yang bersangkutan untuk mengambil alih sementara tugas pelayanan kepada guru non PNS. Namun demikian, mari kita hormati proses hukum.” ujar dia.

Sebelumnya, Kejari melakukan OTT di Dikbud dan mengamankan 10 orang pegawai serta uang kurang lebih Rp15 juta. OTT tersebut dipimpin langsung Kasi Intel Kejari Jeneponto, Muhammad Nasram, sekira pukul 12.00 Wita.

Dari 10 orang yang diamankan, Kasi Tenaga Pendidik Sekolah Dasar (PTK SD) Bidang Ketenagaan Dikbud, Syamsuriati, ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke Rutan Klas II B Jeneponto.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya