Pemprov Sulsel Bantah Luwu sebagai “Sarang Teroris”

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Asmanto Baso Lewa. (Sulselsatu.com/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MASAMBA – Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Asmanto Baso Lewa, membantah jika Luwu disebut sebagai sarang teroris. Menurutnya, Luwu merupakan barometer keamanan di Sulsel.

“Saya kira kondisi Sulsel secara umum sampai saat ini sangat kondusif ya . Apalagi khusus wilayah ini saya kira Luwu ini salah satu barometer kita di Sulsel. Jadi, Luwu aman saya kira Sulsel aman,” ujar Asmanto ketika ditemui saat menghadiri perayaan HUT Luwu di Taman Siswa, Rabu (24/01/2018) kemarin.

Saat ini, menurut Asmanto, keamanan merupakan hal yang paling membutuhkan perhatian, khususnya wilayah Luwu. Pasalnya, rakyat akan segera menghadapi pelaksanaan pilkada.

Kendati demikian, Asmanto mengaku kondisi keamanan di Sulsel masih terjaga dengan baik, khususnya dari masalah terorisme.

Sebelumnya, pada Oktober 2017 lalu, Tim Densus 88 berhasil meringkus teroris bernama Bakri alias Bakri Baroncong di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Selain itu, BNPT juga mengkategorikan daerah ini sebagai “sarang teroris” berdasarkan kasus penyebaran paham radikalisme.

“Saya kira tidak seperti itulah. Teroris di Sulsel memang menjadi perhatian kita. Tapi saya kira tidak seperti itu yang dibicarakan. Kebetulan saja terakhir Bakri itu ditemukan di sini. Itu tidak berarti Luwu adalah daerah basis terorisme,” bantah Asmanto.

Menurutnya, tertangkapnya Bakri di daerah Luwu hanya sebuah kebetulan. Pasalnya, Bakri adalah teroris yang memiliki pergerakan yang cepat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Kebetulan ditemukan di sini. Saya kira orang Luwu ini sangat paham menjaga situasi wilayahnya. Memang tetap menjadi perhatian kita karena Luwu ini menjadi batas pertama pergeseran apalagi radikalisme dari Poso,” ujar Asmanto.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa kondisi di Sulsel tetap terjaga. Selain karena teroris yang sudah mengetahui tingkat pengawalan keamanan Sulsel, Kesbangpol juga telah melakukan koordinasi dengan inteligen, seperti Densus 88.

“Densus itu kan intinya melakukan pencegahan dan penindakan. Jadi diminta atau tidak, Densus pasti ada di daerah, melakukan pemantauan. Di Luwu juga. Densus terus melakukan pengawalan, jadi saya kira tidak ada yang perlu dirisaukan,” pesannya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan