Pasca Ricuh, Polisi Bersenjata Laras Panjang Siaga di Rumah Komisioner KPU Luwu

Personel kepolisian dan TNI berjaga di depan rumah komisioner KPU Luwu. (Sulselsatu.com/Haswadi)
images-ads-post

SULSELSATU.com, BELOPA – Pasca kericuhan di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu, Rabu (7/2/2018) kemarin, penjagaan ekstra ketat terlihat di rumah komisioner KPU Luwu.

Brimob dan TNI bersenjata laras panjang bersiaga di depan rumah lima orang komisioner.

Penjagaan ini, sudah berlangsung dua hari, sejak Rabu kemarin. Polisi sudah disiagakan sebelum pembacaan putusan hasil penelitian dokumen pendaftaran ulang pasangan bakal calon Bupati Luwu, Buhari Kahar Mudzakkar-Wahyu Napeng.

Kepala Kepolisian Resor Luwu, AKBP Dwi Santoso, mengatakan secara umum, kondisi kamtobmas di Luwu, sudah aman.

Kericuhan yang terjadi di KPUD Luwu, Rabu kemarin, hanya berlangsung sesaat dan massa masih bisa dikendalikan.

“Kita berharap semua pihak bisa mengendalikan diri, sama-sama menjaga daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” kata Dwi.

Meski sudah tidak ada pengerahan massa ke KPUD Luwu, namun polisi dan kendaraan taktis lainnya masih disiagakan.

Kawat barrier juga masih terpasang.

Sebelumnya, lima orang komisioner KPUD Luwu dan ketua Panwaslu Luwu, dievakuasi keluar dari kantor KPU Luwu, menggunakan Barracuda.

Kini, para komisioner tersebut, sudah kembali beraktifitas seperti biasanya.

Penulis: Haswadi
Editor: Awang Darmawan