Wow, Sidang Kasus e-KTP Geger Gara-Gara ‘Gajah’

66

SULSELSATU.com, JAKARTA– Mantan anggota Komisi II DPR Nu’man Abdul Hakim menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/1).

Dalam persidangan, Nu’man mengaku pernah diberitahu agar tidak terlibat apapun terkait pembahasan proyek senilai 5,9 triliun itu. Pasalnya, dalam proyek tersebut ada ‘gajah-gajah’ yang bermain di dalamnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini sempat menanyakan proyek e-KTP kepada Agun Gunandjar Sudarsa yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR.

“Itu ada pertanyaan itu. Siapa sih yang menyelenggarakan e-KTP karena anggarannya besar tapi tidak profesional, saya tanya ke Pak Agun,” kata Nu’man dikutip dari merahputih.

Kemudian Jaksa KPK menanyakan kepada Nu’man jawaban dari Politisi Partai Golkar itu. “Jawabannya?” tanya jaksa.

“Pak Agun jawabnya kemungkinan gajah-gajah. Jangan sampai melibatkan diri dan terlibat,” timpal Nu’man.

Namun, ia tak mempertanyakan lebih detil istilah ‘gajah’ yang dimaksud Agun. Nu’man hanya berasumsi jika istilah tersebut ditujukan ke pihak kementerian.

Nu’man tak merinci kementerian mana yang dimaksud. Namun, kementerian yang berwenang mengerjakan proyek ini adalah Kementerian Dalam Negeri.

“Pak Agun enggak sebutkan, tapi saya tafsirkan kira-kira kementerianlah yang memengaruhi,” ungkapnya.

Selain dari Agun, ia mengaku pernah mendapat pesan dari mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo. Saat itu Ganjar sempat mengingatkan dirinya agar tak menerima apapun terkait proyek KTP-el.

“Pak Ganjar pernah sampaikan, ‘kalau ada yang nawarin apapun dari KTP-el ini, Pak Nu’man jangan mau terima’. Saya bilang, ‘oh iya’, itu disampaikan sambil jalan aja. Termasuk uang,” pungkasnya.

Editor : Agung Hidayat