Soal Penjabat Bupati di 4 Daerah, Ini Kata Syahrul

182
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. (IST)

SULSELSATU.com, PAREPARE – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), enggan membahas mengenai pelaksana tugas (Plt) dan pejabat sementara (PJS) untuk daerah yang kepala daerah atau wakil kepala daerahnya tengah mengikuti Pilkada.

Saat ditanyai oleh sejumlah awak media, Syahrul enggan berkomentar. Menurutnya, sebagai gubernur ia tidak berhak untuk menjelaskan lebih detail terkait hal itu.

“Oh pasti (ada) tapi saya tidak mau jawab itu. Itu sudah menjadi sesuatu keharusan. Tentu saya tidak dalam kapasitas. Sebagai gubernur, siapa pun (bisa). Subjektifitas saya pasti ada, tetapi tentu saya gak bisa sebutin,” ujar Syahrul, Selasa, (13/02/2018).

Syahrul menambahkan, peranan seorang gubernur dalam hal ini hanyalah bagaimana mengelola aturan dengan baik, seperti misalnya menjaga ASN agar tidak melanggar aturan tersebut.

“Seperti apakah peranan seorang gubernur, harus mengelola aturan-aturan dengan baik. Harus menjaga ASN agar tidak terkontaminasi, paling tidak ya tidak melanggar aturan yang ada dan itu (penunjukan PLT) sementara berproses,” jelas Syahrul.

Dalam hal ini, dirinya berharap peran media untuk mencegah terjadinya gesekan yang dapat berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, Pilkada selalu mengundang terjadinya hal-hal negatif.

“Saya berharap media juga ikut membantu hadirnya dinamika dan tanpa gesekan itu. Karena pasti saja dalam Pilkada kompetisi itu membangun kekuatan-kekuatan untuk menghadirkan gesekan yang bisa berujung pada sesuatu hal yang tentu saja kita tidak inginkan,” ucapnya.

Diketahui, ada empat daerah di Sulsel yang kepala daerahnya menjadi peserta dalam Pilkada Serentak 2018 ini. Di antaranya, Jeneponto, Palopo, Parepare, dan Bone.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan