Spanduk Acara Presiden Jokowi di Takalar Jadi Perbincangan Netizen, Ini Penyebabnya

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertipikat tanah gratis kepada 5.000 warga di Takalar. (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Takalar, Kamis (15/2/2018). Presiden Jokowi bersama ibu negara, Iriana Jokowi hadir untuk menyerahkan 5.000 sertipikat tanah secara gratis di Lapangan Makkatang Dg Sibali, Kabupaten Takalar.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu tentu mengundang kemeriahan warga. Namun, ada satu hal yang mencolok dan menyita perhatian netizen saat acara berlangsung.

Adalah spanduk backdrope yang digunakan dalam acara itu penyebabnya. Tulisan “SERTIPIKAT” yang tertera dalam spanduk raksasa itu menjadi perbincangan netizen.

Pasalnya, netizen menilai penulisan kata tersebut keliru. Menurut netizen, sesuai KBBI tulisan spanduk tersebut seharusnya “SERTIFIKAT”.

“Mas @ivanlanin sertifikat atau sertipikat? Mohon pencerahannya” tulis akun @28nadhar sambil menyertakan foto Presiden Jokowi sedang berdiri di depan backdrope tersebut.

Akun @SupirPete2 juga mengunggah foto yang sama sembari menuliskan “Yth @ivanlanin. Foto terlampir”

Cuitan itu kemudian dibalas oleh akun @ardiwido. Ia menuliskan “Menurut KBBI, ejaan yang baku saat ini adalah “sertifikat”. Ejaan “sertipikat” dipakai dalam konteks pertanahan karena perundang-undangan agraria belum diperbarui dan masih memakai ejaan itu.”

Hal yang sama dituliskan akun @alifaputra_.

“Menurutku sudah betulmi daeng. Sertipikat tanah menggunakan huruf P, beda dgn sertifikat.” cuit dia.

Lantas, sebenarnya mana yang benar? Sertifikat atau Sertipikat?

Dalam KBBI, sertifikat berarti tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atau suatu kejadian.

Sementara, sertipikat sebagaimana tertera dalam PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah adalah surat tanda bukti untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang sudah dibukukan dalam buku tanah.

Itulah sebabnya mengapa pada dokumen hak atas tanah, Kementerian ATR/BPN menggunakan kata “SERTIPIKAT”, tidak menggunakan kata “SERTIFIKAT” sebagaimana tertera di KBBI.

Editor: Awang Darmawan