Bintang Porno Ini Akan Bongkar Perselingkuhan dengan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: INT)

SULSELSATU.com, AMERIKA SERIKAT – Stormy Daniels, bintang porno yang diisukan dibayar senilai US$ 130.000 (sekitar Rp 1,7 miliar) oleh Presiden Donald Trump, disebut siap dan terbuka untuk membahas dugaan skandal terkait.

Kesiapan itu disampaikan melalui pengacara Stormy, Gina Rodriguez, beberapa hari setelah skandal terkait menyeruak di permukaan.

Dilansir dari laman SBS.com.au pada Kamis (15/2/2018), Stormy yang bernama asli Stephanie Clifford, menuding pengacara pribadi Presiden Donald Trump, Michael Cohen, membeberkan pernyataan yang kurang benar dalam dua artikel pemberitaan yang terbit pada Selasa, 12 Februari 2018.

“Semua (kontrak) itu sudah selesai sekarang. Dan Stormy akan menceritakan kisahnya,” kata Gina Rodriguez kepada kantor berita Associated Press.

Melalui pengacaranya, Stormy tidak membantah pernah berinteraksi dengan Trump, termasuk berhubungan intim. Namun, ia menolak disebut pernah melakukan perselingkuhan dengan presiden AS ke-45 itu.

Donald Trump dan Stormy disebut pertama kali berkenalan di sebuah kamar hotel di kawasan wisata Lake Tahoe, Nevada, pada 2006 silam.

Saat itu, Trump yang masih berstatus pebisnis tengah mempromosikan acara televisinya, dan di waktu yang sama, Stormy tengah mempromosikan situs konten dewasa yang dirintisnya.

Stormy pertama kali diberitakan menjalani perselingkungan dengan Donald Trump pada 2011, ketika sebuah situs gosip menulis artikel mengejutkan tentang hal terkait. Namun berita tersebut dihapus karena adanya tuntutan hukum dari kedua belah pihak yang dituding.

Menurut Rodirguez, Stormy memilih tidak berkomentar lebih apapun untuk sementara waktu, dan tengah menyiapkan waktu yang tepat untuk mengklarifikasi di depan publik.

Ketika bertemu Trump pada 2006, Clifford masih berusia 27 tahun. Sebuah foto yang diunggah pada tahun yang sama oleh Clifford di MySpace, sempat menunjukkan kedekatan dirinya dan Trump.

Menurut laporan yang beredar, Clifford pernah berbincang dengan program Good Morning America di ABC untuk membahas Trump pada musim gugur 2016.

Trump menghadapi serangkaian tuntutan pelecahan seksual menjelang Pilpres AS. Semuanya pun dibantah keras oleh Trump. Clifford pun menolak berkomentar.

Sementara itu, Cohen mengirim pernyataan dua paragraf dari Clifford, yang tertulis bahwa ia membantah adanya hubungan seksual atau romantis dengan Trump.

“Desas-sesus yang menyebut bahwa saya telah menerima uang diam dari Donald Trump benar-benar salah kaprah,” demikian tulis pernyataan tersebut.

Pada Januari 2018, organisasi Common Cause mengajukan keluhan kepada Komisi Pemilu Federal (FEC) dan Departemen Kehakiman, dengan menuduh bahwa pembayaran yang dilakukan Clifford merupakan pelanggaran biaya kampanye.

Akan tetapi, Cohen membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pertukaran moneter itu sah dan bukan merupakan kontribusi kampanye.

Editor : Agung Hidayat