Polisi Adang Demo Anarkis di Maros, Ratusan Personel Dikerahkan

110
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAROS – Ratusan personel Polres Maros dikerahkan untuk menghadang demonstrasi yang anarkis di Lapangan Pallantikang, Maros, Kamis (15/2/2018).

Awalnya, polisi mencoba melakukan upaya persuasif untuk menenangkan massa yang anarkis. Namun, para pendemo tetap berlaku anarkis.

Akhirnya, polisi terpaksa didatangkan pasukan berompi dan bertameng. Bentrok dengan ratusan pendemo pun tak bisa dihindarkan.

Kurang lebih 400 personel kepolisian dibantu TNI dan sejumlah unsur pengamanan lainnya, seperti Satpol PP, Damkar dan BPBD Maros juga dikerahkan untuk mengamankan situasi.

Situasi semakin panas, polisi terpaksa bertindak tegas dengan menembakkan flare dan gas air mata serta water canon untuk membubarkan para pendemo yang semakin anarkis. Beberapa saat setelahnya, situasi akhirnya bisa dikendalikan dan pendemo mundur kemudian membubarkan diri.

Apa yang terjadi ini hanyalah sebuah simulasi. Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard Andrians mengatakan, simulasi pengamanan Pilkada ini dilakukan sebagai bentuk persiapan personel dalam melakukan pengamanan Pilgub mendatang.

“Latihan simulasi Mantap Praja 2018 ini kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat Pilkada nanti,” sebut Richard.

Richard sendiri berharap agar tahap pelaksanaan Pilgub di Maros berjalan aman dan lancar, tanpa adanya ketegangan ataupun bentrok seperti dalam peragaan simulasi.

Simulasi disaksikan langsung oleh Bupati Maros, Hatta Rahman, Wakil Bupati Maros, Dandim 1422 Maros, Kapolres Maros, Kajari Maros, anggota DPRD Maros, dan berbagai unsur lainnya, baik dari OPD maupun Muspida.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Awang Darmawan