Deng Ical: Pendapatan per Kapita Tinggi Dorong Kesenjangan Sosial di Makassar

719
  • 3
    Shares
Syamsu Rizal. (Sulselsatu.com/Mawar A. Pasakai)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana tugas Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal menyebut, pendapatan per kapita Makassar yang menembus angka Rp 86,87 juta per orang per tahun tidak selamanya menimbulkan efek positif di masyarakat.

Meski, kata Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal, wajar apabila tingkat kesenjangan sosial di kota-kota besar tinggi. Namun, hal ini harus segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu stabilitas sosial di masyarakat.

“Memang pendapatan per kapita kita sangat tinggi dibanding kota-kota lain, namun itu semua juga harus kita antisipasi. Apalagi tingkat kesenjangan kita juga ada pada angka 0,42, angka itu juga tertinggi dibanding kota-kota lain,” katanya di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Makassar, Senin (12/3/2018).

Melihat fenomena tersebut, dia mengaku, pemerintahannya telah melakukan antisipasi awal dengan memberdayakan masyarakat lorong.

Melibatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, seperti pengembangan usaha kreatif lokal, bank sampah dan beberapa usaha berbasis lorong, dianggap Deng Ical sebagai langkah awal pemerintah kota dalam mengurangi perbedaan-perbedaan kehidupan di masyarakat.

“Kita bina industri kreatif lorong. Kita ingin perbedaan tingkat kehidupan masyarakat kita tidak kontra produktif dengan kesenjangan sosial, karena rakyat memang harusnya diberikan perlakuan khusus,” pungkasnya.

Penulis: Mawar A. Pasakai
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga