Siap Terima Masukan, KPU Barru Gelar Uji Publik Daftar Pemilih Pilgub

75
KPU Barru uji pubik pemilih Pilgub Sulsel. (Sulselsatu/Asriadi)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, BARRU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barru menggelar uji publik daftar pemilih hasil pemuktahiran pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Aula Kampus Al-Gazali Barru Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Barru, Rabu (14/3/2018).

Ketua KPU Barru Sarifuddin H. Ukkas mengatakan, uji publik ini sebagai sarana untuk menerima saran dan masukan terhadap proses hasil pendataan selama coklit berlangsung.

“Kegiatan ini merupakan ruang untuk kami menerima masukan dan saran. Maka adanya uji publik ini merupakan kegiatan menerima masukan untuk menyempurnakan pendataan pemilih yang telah berlangsung” kata Sarifuddin.

Anggota Divisi Data dan Program KPU Barru, Upi Hastati mengemukakan kegiatan ini juga sebagai evaluasi petugas PPDP dalam menjalankan tugas di setiap wilayah TPS dalam melakukan proses coklit.

KPU Barru. (Ist)

“Maka kami buka ruang publik ini sebagai ruang untuk menyampaikan apa-apa saja yang telah dilakukan KPU pada periode pendataan coklit serta hal-hal yang nantinya bisa membantu KPU dalam melengkapi daftar pemilih tetap nantinya.” papar Upi.

Upi menyebut sejumlah masalah yang ditemukan petugas PPDP di antaranya warga yang tidak bisa ditemui dimasa pencatatan dan beberapa masalah lainnya.

“Semua masalah itu kita berusaha untuk merangkum hingga saat ini sehingga KPU dalam hal ini pada masa coklit kemarin pendataan itu terdapat dua formulir dalam mengatasi hal-hal yang ada di lapangan,” beber Upi.

Upi menjelaskan ada yang disebut formulir AC di mana merangkum semua pemilih yang belum berktp eL dan belum dipastikan ber-KTP eL, dan ada juga formulir berlabel AB sebagai catatan untuk daftar pemilih baru, pemilih tidak memenuhi syarat, dan pemilih perbaikan yang diperbaiki datanya.

“Data yang kemudian yang belum berktp el atau warga yang belum mempunyai dokumen kependudukan akan kami serahkan data warga yang belum memiliki dokumen kependudukan (KTP) kepada dinas catatan sipil dan kependudukan (Disdukcapil),” kata dia.

Ia menambahkan akan membuka akses informasi data pemilih sementara untuk membuka ruang untuk menyampaikan informasi jika masih ada warga yang belum tercatat.

“Maka kami mengajak semua elemen untuk bersama-sama menyempurnakan pendataan pemilih sehingga hak konstitusi warga tetap diakomidir dengan baik,” imbuhnya

Penulis: Asriadi
Editor: Alam Malik

iklan-sulselsatu-jeneponto