Kodim Cegah Distribusi ke Tengkulak, Pengusaha Gabah di Maros Resah

84
Razia truk pengangkut gabah oleh Kodim 1422 Maros (Ist)

SULSELSATU.com, MAROS – Upaya pencegahan dan penyaluran gabah ke para tengkulak oleh Kodim 1422 Maros dengan melakukan razia ke sejumlah mobil truk, disambut keluh oleh pengusaha gabah di Maros.

Salah seorang pengusaha gabah di Maros, Irwan mengatakan, sudah empat malam ia dihadang oleh TNI saat hendak membawa gabah yang dibelinya dari masyarakat.

Padahal kata dia, sebagai pengusaha jual beli beras dan gabah, ia dilengkapi dengan surat-surat perizinan yang lengkap. Namun TNI tetap menahan kendaraan miliknya saat mengangkut gabah.

“Saya sudah empat malam dihadang oleh anggota Kodim, tapi saya perlihatkan surat resmi saya. Tapi tetap ditahan bahkan surat mobil juga diambil dan saya disuruh menghadap ke pak Dandim. Saya sudah menghadap, tapi tidak ada juga kejelasan,” kata Irwan, kemarin.

Kondisi seperti ini membuat pengusaha gabah lainnya menurut Irwan, merasa resah karena pihak TNI mengharuskan pengusaha membeli gabah dengan harga rendah. Di sisi lain, petani ingin menjual gabahnya dengan harga tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, M Nurdin menuturkan, untuk musim panen rendeng ini, Pemkab Maros sendiri menargetkan 11 ribu ton gabah atau setara dengan 8.800 ton beras dari petani.
Dia optimis target itu bisa dipenuhi lantaran tahun lalu bahkan melebihi dari 100 persen pencapaian. Sementara untuk serapan Bulog, tahun ini ditargetkan 6-7 ribu ton.

“Kita optimis bisa capai target produksi itu. Karena tahun lalu kita bisa lampauhi. Saat ini memang semua pihak berkonsentrasi agar target serapan Bulog bisa dipenuhi. Kita heran produksi tinggi tapi malah kita serapan minim,” katanya.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Baca Juga