Temu Tani Kakao, Husler Apresiasi YCG Tingkatkan Keterampilan Petani

40
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler membuka Temu Tani se-Sulawesi Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Yayasan Combat Grakindo Cabang Wotu yang bertempat di Area Gudang PT. Comextra Majora, Desa Lera, Kecamatan Wotu, Rabu (14/03/2018). (Ist)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler membuka Temu Tani se-Sulawesi Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Yayasan Combat Grakindo Cabang Wotu yang bertempat di Area Gudang PT. Comextra Majora, Desa Lera, Kecamatan Wotu, Rabu (14/03/2018).

Panitia Pelaksana, Hamsah mengatakan, Temu Tani ini mengangkat tema “Kita Wujudkan Petani Mandiri Berkelanjutan” dan akan membahas beberapa materi, yakni Teknis Budidaya Kakao berkelanjutan menuju kakao organik, mengenal budidaya mete dan pabrik mete PT. CM MKS dan pelatihan budidaya kakao dengan sistem tumpang sari.

“Jumlah peserta temu tani se-Sulawesi 2018 terdiri dari NTT 4 Orang, NTB 4 orang, Jeneponto 1 orang, Bone 4 orang, Sulteng 14 orang, Sultara 10 orang, Luwu Timur 150 dan Lembaga Prisma dari NTT 4 orang. Dan akan berlangsung selama Dua hari mulai tanggal 14 s/d 15 Maret 2018,” ucap Hamsah.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Temu Tani ini. Menurutnya, Pemerintah daerah masih terus berupaya meningkatkan hasil produktifitas kakao di Luwu Timur, baik melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan SDM Petani kakao.

Lanjut Husler, Temu Tani ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, utamanya pengolahan tanaman kakao lanjutan, pengolahan pasca panen kakao dan manajemen keuangan petani dan diharapkan dapat ditularkan kepada anggota kelompok tani.

Pada Pelatihan ini dicoba menggunakan wadah fermentasi dari keranjang. Pada masa yang akan datang, petani yang tergabung dalam kelompok tani ini juga akan diarahkan untuk menjadi petani kakao organik. Dengan demikian, diharapkan dari waktu ke waktu jumlah petani kakao organik terus bertambah.

Ia optimistis jika langkah Yayasan Combat Grakindo cabang Wotu ini didukung oleh pemerintah dan pihak swasta lain, Indonesia mampu menjadi penghasil kakao terbesar nomor dua di dunia, tutupnya.

Turut hadir Albertinus Pakenden Perwakilan Direksi PT. Comextra Majora, Dwityapoetra dari BI, Anggota DPRD Luwu Timur, Sukman Sadike, Kadis Pertanian, Muharif, Kapolsek Wotu, Jamal, Camat Wotu, Irawan Ali dan para peserta temu tani 2018.

Editor: Alam Malik

iklan-sulselsatu-jeneponto