Empat Bulan Upah Honorer di Disdukcapil Sinjai Belum Dibayar, Pelayanan Lumpuh

72
  • 18
    Shares
Ilustrasi (Int)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, SINJAI – Tenaga honorer yang bekerja sebagai operator di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sinjai, mengeluh. Intansi tempat mereka mengabdikan diri belum juga memberikan upah selama empat bulan lamanya.

Melalui sambungan telepon kepada wartawan di Sinjai, salah seorang honorer yang meminta namanya dirahasiakan mengaku, mulai hari ini, para honorer di intansi yang mengurusi data kependudukan warga Sinjai itu mengancam tak akan masuk kerja selama upah empat bulan terakhir belum dibayarkan.

“Betul pak, hari ini kita lakukan mogok kerja karena honor kami sudah empat bulan belum dibayarkan,” kata dia, Selasa (17/4/2018).

Selain menuntut pembayaran honor yang sudah empat bulan belum terbayarkan, pihaknya juga menuntut untuk kenaikan tunjangan.

“Kami akan lakukan mogok kerja sampai tunjangan kami dibayarkan. Kami juga meminta agar tunjangan kami dinaikkan, pekerjaan kami sebagai operator luar biasa susahnya, sedangkan honor kami 220 per bulan. Ini harapan kami,” ujarnya.

Di bagian lain, Kasi Identitas Penduduk Disdukcapil Sinjai, Muh Tahir tidak menampik perihal masalah ini. Bahkan, pelayanan di intansinya juga tidak berjalan akibat operator tidak masuk kerja.

“Tenaga operatornya mulai tidak masuk hari ini, karena honor mereka yang tidak dibayarkan mulai Januari hingga April ini. Dan sesuai dalam SK honornya sebesar Rp 220.000 per bulan. Jumlah tenaga operator sebanyak 77 orang termasuk yang ada di tingkat kecamatan,” kata Tahir saat ditemui di kantornya.

Tahir mengungkapkan, pembayaran upah atau gaji honorer di intansinya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Hanya saja, pembayaran gaji honorer saat ini tidak bisa lagi menggunakan sumber anggaran tersebut.

“Yang menjadi kendala sehingga honornya belum dibayarkan karena diperencanaannya yang salah,” ujar dia.

Dia menambahkan, rencana pembayaran kepada para operator baru bisa dilakukan pada Oktober yang akan datang atau setelah Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) Perubahan berjalan.

“Rencana pembayaran honornya direncanakan di Perubahan, atau pada bulan 10 nanti,” aku dia.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Hendra Wijaya