Tafaddal Lawan Kotak Kosong, Fahsar Kampanye Mirip “Tenaga Sukarela” KPU

95
Ambo Dalle bonceng Andi Fahsar pakai motor sosialisasi di Kecamatan Sibulue, Bone (Ist)

SULSELSATU.com, BONE – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi-Ambo Dalle (Tafaddal jilid II) dipastikan tak punya lawan di Pilkada Bone 2018.

Itu setelah upaya kasasi yang dilakukan pasangan bakal calon Rizalul Umar-Andi Mappamadeng Dewang ditolak Mahkamah Agung. Sehingga, asa dokter Umar dan Mappamadeng untuk menantang Tafaddal di Pilkada Bone kandas di tengah jalan.

Pilkada Bone pun saat ini hanya diikuti satu pasangan calon saja. Tafaddal jilid II yang merupakan pasangan calon petahana itu hanya akan melawan kotak kosong.

Perjalanan Umar-Madeng untuk menantang petahana memang cukup berat. Sejak awal, upaya mencalonkan diri melalui jalur independen beberapa kali menemui kesulitan hingga akhirnya KPU menyatakan dukungan KTP pasangan ini tidak memenuhi syarat (TMS).

Umar-Madeng kemudian menggugat KPU di Pawanslu atas sejumlah dugaan kejanggalan yang ditemukan selama proses verifikasi berkas oleh KPU. Sayang panswalu tak dapat membuktikan poin gugatan Umar-Madeng.

Pasca putusan panwaslu, simpatisan Umar-Madeng kemudian menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran agar putusan KPU Bone itu bisa berubah. Namun lagi-lagi sayang, kubu penyelenggara urung menganulir putusan yang sudah ditetapkan.

Karena KPU tak mengubah putusan, tim hukum Umar-Madeng kemudian menggugat putusan KPU Bone ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar. Namun, PT TUN justru menguatkan putusan panwaslu.

Gagal di PT TUN, tim hukum Umar-Madeng kemudian mengajukan kasasi ke MA atas putusan tersebut. Tapi disayangkan, MA menyatakan menolak kasasi itu. Akibatnya, putusan MA yang mengikat membuat pasangan calon Umar-Madeng ini terpental dari arena Pilkada Bone.

Melalui akun media sosialnya, Umar mengaku, usaha kasasinya ditolak MA. Dia kemudian mengimbau kepada seluruh relawan dan keluarga besar Umar-Madeng untuk mengawal Pilkada Bone tetap berjalan kondusif.

“Terima kasih atas dukungan dan usaha kerja tim sampai saat ini, insya Allah tetap menjalin silaturahim. Salam pengabdian untuk Bone,” imbau Umar.

Di bagian lain, Tafaddal tengah intens berkampanye, namun kampanye yang dilakukan tidak untuk menggembar-gemborkan prestasi untuk mendongkrak elektabilitasnya, namun sekadar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang datang mencoblos di tempat pemungutan suara.

Kemarin misalnya, Rabu (2/5/2018), saat berkunjung ke salah satu media lokal di Bone, Fahsar mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat Bone harus didorong untuk menggunakan hak pilihnya di Pilkada.

Fahsar mengimbau, semua unsur dan elemen yang punya kepentingan serta sebagai penyelenggara agar mendorong dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Marilah kita mendorong masyarakat untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya sebab kelihatan bahwa di Bone ini betul-betul masyarakatnya sudah sadar akan demokrasi,” ujar Fahsar.

Kendati pendapat bawah dia bisa memenangkan pilkada walaupun partisipasi rendah, namun dia menginginkan agar itu bisa dihilangkan dari stigma masyarakat.

“Saya menyadari betul ternyata masyarakat kita memang sudah cerdas,” pungkas Ketua DPD II Partai Golkar Bone ini.

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Pemkab Sinjai Gelar Apel Hari Kartini, PNS Wanita Berbaju Kebaya

SULSELSATU.com, SINJAI - Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar apel gabungan...

Wawali Parepare Pantau UNBK di Hari Pertama, Ini Pesannya

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim...

Bukan Absen Manual, Kinerja ASN Jeneponto Terpantau di Aplikasi “Sipekerja” 

SULSELSATU.com, JENEPONTO -  Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup...

Baca Juga