April 2018, Neraca Dagang Sulsel Defisit US$ 15,82 Juta

32
  • 2
    Shares
Konferensi pers Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel terkait Pertumbuhan Ekonomi Sulsel pada 5 Februari 2018 di kantor BPS Sulsel. (Sulselsatu.com/Sri Wahyudi Astuti)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Necara dagang Sulsel pada April 2018 kembali defisit sebesar US$ 15,82 juta.

Impor Sulsel meningkat sebesar 14,08 persen menjadi US$ 106,16 juta pada April 2018. Angka tersebut meningkat dari Maret 2018 yang hanya sebesar US$ 93,05.

Komoditas utama yang diimpor ke Sulsel adalah mesin atau peralatan listrik sebesar US$ 35,91 juta, bahan bakar mineral dengan nilai US$ 33,45 juta, dan gula dan kembang gula US$ 11,32 juta.

“Negara asal impor Sulsel adalah Singapura, Denmark, Tiongkok, dan Thailand dengan porsi masing-masing sebesar 35,71 persen, 22,11 persen, 15,22 persen dan 10,85 persen,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal, Rabu (16/5/2018).

Akmal mengatakan jika Denmark adalah mitra dagang baru untuk Sulsel pada April 2018 ini yang mengimpor bahan bakar mineral.

Sedang, untuk ekspor Sulsel mengalami penurunan 1,68 persen dari Maret 2018 yang mencapai US$ 91,88 juta menjadi US$ 90,34 persen.

Nikel masih menjadi ekspor terbesar Sulsel dengan nilai US$ 52,65 juta, sebesar 58,28 persen dari total ekspor. Diikuti oleh komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 14,04 juta.

“Mesin dan peralatan listrik tetap menjadi impor terbesar Sulsel,” tutupnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Awang Darmawan