Jadi Korban Tewas Insiden KM Arista, Ibu dan Bayinya Ditangisi Ratusan Warga

  • 3
    Shares
Img 20180614 Wa0005

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua dari 13 korban tewas insiden kapal terbalik di Perairan Makassar siang tadi merupakan ibu dan anak. Keduanya yakni Arini (31) dan bayi laki-lakinya Arsam (1).

Tangis ratusan warga dan juga keluarga pun pecah saat jenazah keduanya satu persatu tiba di kediamannya di Pampang I nomor 35 Makassar pada Rabu (13/6/2018) malam.

Bahkan, warga berdesak-desakan dan harus bergantian untuk dapat melihat jenazah almarhumah.

Kedua jenazah antara ibu dan bayinya itu sempat terpisah. Di mana sang bayi yang ditemukan oleh tim Bazarnas langsung dievakuasi ke RS TNI AL Jala Ammari Makassar. Sementara sang ibu, Arini yang ditemukan warga dievakuasi ke Pulau Barrang Lompo.

Hingga akhirnya, kedua jenazah ibu dan anak itu tiba di salah satu rumahnya di Pampang I Nomor 35 Makassar. Namun, keduanya tiba tidak bersamaan. Sang bayi terlebih dahulu tiba sekira pukul 20.00 Wita.

Berselang 2 jam lebih, jenazah sang ibu yang sempat dievakuasi ke Pulau Barrang Lompo siang tadi akhirnya juga tiba di rumahnya di Pampang sekira 22.45 Wita.

Sebelum kejadian nahas menimpa Arini dan bayinya itu, ia diketahui akan pulang ke rumah suaminya yang merupakan penduduk asli Pulau Barrang Lompo. Bahkan, Arini berangkat bersama suaminya yang bernama Yusuf, termasuk kakak Arsam, Yusril (6) serta seorang keluarganya yang lain bernama Ishak (27).

Yusril kini sedang dirawat di RSUP Wahidin Makassar lantaran masih kritis.

“Ini Yusril sempat ditarik sama bapaknya, sementara istri dan bayinya tidak sempat diselamatkan,” kata Ishak.

Menurut Ishak, kejadian nahas itu terjadi sekira 10 menit setelah kapal yang berangkat sekira pukul 12.45 Wita Rabu siang, (13/6/2018). Hingga kejadian nahas terjadi saat kapal dihantam ombak besar dari kiri.

“Tiba-tiba memang angin kencang tadi,” kata Ishak.

Hingga Kamis (14/6/2018) dini hari, sejumlah kerabat masih datang melayat di rumah duka. Terlihat di antaranya, Camat Panakkukang juga datang melayat.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan