Karyawan di Pinrang Alami Kecelakaan Kerja, Cacat Seumur Hidup

  • 1
    Share
Dangerous Accident During Work
ID:59724356

SULSELSATU.com, PINRANG – Seorang karyawan yang bekerja di PT Biota Ganggang Laut (BLG), sebuah perusahaan pengolahan rumput laut yang beroperasi di kampung Bela-Belawae, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, mengalami kecelakaan kerja yang tragis.

Iwan (24), warga Kampung Cacabala Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, merupakan karyawan korban kecelakaan kerja pada hari Selasa (12/6/2018) sore sekira pukul 16.15 Wita, di perusahaan pengelolahan rumput laut tersebut.

Korban mengalami luka pada bagian kedua kakinya yang hancur dan dipastikan mengalami cacat seumur hidup.

Dari informasi yang diterima, kecelakaan kerja tersebut berawal saat korban diperintahkan untuk membersihkan mesin grending awal (Pembersih Rumput Laut). Namun, saat membersihkan mesin, saklar mesin grending yang awalnya dalam posisi OFF, tiba-tiba dinyalakan ke posisi ON oleh salah satu karyawan Warga Negara Asing (WNA) di saat korban tengah membersihkan mesin.

Akibatnya, kedua kaki korban terjepit, tergiling dan terpotong oleh mesin.

Mengetahui adanya kejadian itu, rekan korban sesama karyawan langsung membantu mengangkat korban dan melarikannya ke Rumah Sakit Umum Andi Makassau Kota Parepare guna mendapatkan pertolongan medis.

Pihak Manajemen PT BLG yang dicoba dikonfirmasi, Rabu (13/6/2018) belum bisa dimintai keterangan.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pinrang, Syamsuddin yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Saya barusan dari sana. Masalah ini sudah ditangani pihak perusahaan. Korban dirujuk ke Makassar dengan didampingi Mr Chung, salah satu pejabat perusahaan,” kata Syamsuddin.

Terkait adanya dugaan unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja yang menimpa korban Iwan, Syamsuddin tidak menampik adanya kemungkinan hal tersebut.

“Untuk masalah yang itunya, sementara ditangani pihak kepolisian Polres Pinrang. Beberapa saksi sudah diperiksa untuk dimintai keterangannya” tutupnya.

Penulis: Hasrul
Editor: Awang Darmawan