Pemuda Alumni Lemhanas Sulsel Kritik Imbauan Larangan Pawai Takbir

108
  • 1
    Share
Img 20180614 164456
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Pemuda Alumni Lemhannas (IPAL) Sulsel, Ardiansyah mengkritik imbauan Pemprov Sulsel yang melarang pawai takbir keliling pada malam Lebaran. Ia menilai bahwa Pj Gubernur Sulsel Sumarsono tidak mengenal dan memahami bukan hanya Islam, tetapi juga kultur masyarakat Sulsel dengan baik.

“Islam adalah agama rahmatan lilalamin, rahmat sekalian alam sehingga penyambutan malam hari raya Idul Fitri dengan pawai takbir keliling adalah bentuk seruan untuk menyemarakkan ke-Islaman dan menggembirakan kemanusiaan dalam konteks ke-Indonesia-an. Olehnya tidak tepat Pj Gubernur mengeluarkan surat edaran untuk pelarangan pawai takbir keliling,” kata Ardi, dalam keterangannya, Kamis (14/6/2018).

Ketua Perhimpunan Pemuda Wawasan Nusantara (PP Wasantra) Sulsel ini menambahkan bahwa pawai takbir keliling sudah mentradisi di tengah masyarakat Sulawesi.

“Surat edaran tersebut tidak semestinya dikeluarkan tetapi yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah membangun kerjasama dengan TNI Polri untuk bersama-sama dengan masyarakat melakukan pawai takbir keliling dan sekaligus melakukan pendampingan dan pengawalan,” ujar Ardi.

Menurut Ardi, potensi gangguan keamanan memang selalu ada dalam aktivitas yang melibatkan banyak orang. Akan tetapi, selama ini pawai takbir keliling senantiasa berjalan dengan baik dan damai.

“Justru dengan pawai takbir keliling itu dapat meminimalisir kegiatan-kegiatan masyarakat dan pemuda khususnya untuk melakukan penyambutan atau perayaan malam Idul fitri yang dengan cara cara yang tidak bijak,” tuturnya.

Ia mengatakan, pawai takbir keliling semestinya bisa tetap dilaksanakan dengan melibatkan pihak kepolisian dan TNI untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Olehnya, kami sangat menyesalkan adanya surat edaran tersebut. Pj gubernur tidak mampu menggembirakan kemanusiaan dan keberagaman. Justru menurut saya ini adalah bibit ajaran intoleransi yang dilakukan oleh pemerintah,” pungkas Ardi.

Editor: Awang Darmawan

iklan-sulselsatu-jeneponto