Tak Ada Data Valid, Jumlah Korban KM Arista Tak Menentu

48
  • 2
    Shares
Img 20180614 Wa0029
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jumlah terbaru korban KM Arista yang terbalik di Perairan Makassar pada Rabu (13/6/2018) lalu awalnya sebanyak 43 orang. Dari jumlah tersebut, 22 orang di antaranya selamat, 13 tewas, dan 8 orang hilang.

Sehari kemudian, Kamis (14/6/2018) pagi tim Gabungan SAR kembali melakukan perubahan data, ini dilakukan lantaran jumlah korban meninggal bertambah.

Hingga perubahan data paling mencolok terjadi saat Tim Gabungan SAR merilis data terbaru pada Kamis (14/6/2018) sore. Dari jumlah yang dirilis tersebut, sebanyak 73 total korban dengan rincian, 55 selamat, 16 tewas, dan 2 masih hilang, turun dari jumlah sebelumnya yang mencapai 8 orang.

Namun jumlah korban tersebut masih dipertanyakan kepastiannya, sebab tak ada data manifes KM Arista yang valid.

Berapa jumlah penumpang yang naik ke kapal sebelum berangkat, tidak ada pihak yang mendata. Entah itu nahkoda kapal, atau pihak otoritas pelabuhan yang bersangkutan.

Karena tidak adanya data pasti tersebut, Tim Gabungan SAR yang dipimpin Basarnas Makassar dibuat “pontang-panting” memastikan jumlah korban tewas dengan beberapa kali merilis jumlah korban.

“Tidak ada data manifesnya,” kata Kepala Basarnas Makassar Amiruddin dengan nada mengeluh di Pelabuhan Paotere Makassar, Kamis (14/6/2018).

Sebelum itu, terkait ihwal jumlah korban, Amiruddin mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan keterangan lebih, sebab wewenang Basarnas hanya pada wilayah evakuasi dan penyelamatan korban.

“Mungkin alangkah baiknya, kalau menyangkut soal over kapasitas, itu ada instansi yang berkewenangan yang memberikan keterangannya,” lanjutnya di Pelabuhan Paotere, Rabu (13/6/2018) malam.

“Yaitu syahbandar,” sambungnya.

Sebelumnya, KM Arista sekira pukul 12.45 Wita Rabu (13/6/2018) siang dikabarkan terbalik di Perairan Makassar dengan mengangkut hinggap 73 penumpang.

Sejumlah pihak termasuk kepolisian untuk sementara menduga bahwa penyebab terbaliknya KM Arista diakibatkan oleh kelebihan muatan.

Terkait peristiwa nahas ini, pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan dengan sementara mengamankan nahkoda kapal.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

iklan-sulselsatu-jeneponto