Nazaruddin Dapat Remisi 2 Bulan, Tak Ada Buat Setnov

Muhammad Nazaruddin (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sejumlah tahanan korupasi mendapat remisi pada hari raya Idul Fitri. Salah satu “perampok” uang rakyat yang mendapat pengurangan masa tahanan adalah Muhammad Nazaruddin.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mendapat remisi dua bulan penjara. Remisi itu didapat karena Nazar berkelakuan baik selama jalani hukuman kurungannya.

“Untuk pidana khusus yang sudah ada SK-nya (remisi PP 99) ada 18 orang. Di antaranya Nazaruddin yang dapat remisi dua bulan,” kata Kalapas Kelas I Sukamiskin, Wahid Husen.

Wahid mengatakan, meski berstatus tahanan korupsi namun Nazaruddin masih berhak mendapatkan remisi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 99 tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Dia ini pertimbangannya berkelakuan baik dan sesuai dengan PP 99 statusnya justice collabolator dari penegak hukum. Ditambah sudah bayar denda dan uang pengganti,” katanya.

Namun tak semua koruptor mendapat remisi. Beberapa nama beken seperti Setya Novanto, Akil Mochtar, Lutfi Hasan Ishak, Anas Urbaningrum hingga mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada tidak mendapatkan remisi.

“Kalau tidak dapat justice collabolator ya sudah (tidak ada remisi). Kita enggak bisa berikan (remisi),” ujar Wahid.

Di Lapas Sukamiskin per tanggal 15 Juni 2018 terdapat 438 orang narapidana yang 383 orang beragama Islam. Tahun ini pihak Lapashanya mengusulkan 97 orang yang mendapat remisi. Dari jumlah itu hanya 92 orang yang dikabulkan mendapat remisi.

Untuk 68 terpidana dalam kasus pidana umum yang diusulkan semuanya dikabulkan mendapat remisi. Sementara terpidana kasus pidana khusus pada PP No 28 tahun 2006 ada tujuh orang yang diusulkan dan hanya enam yang dikabulkan. Sedangkan untuk pidana khusus pada PP No 99 tahun 2012 ada 22 orang yang diusulkan namun hanya 18 orang yang dikabulkan, satu di antaranya adalah Muhammad Nazaruddin.

Editor: Hendra Wijaya