Pemprov Sulsel Bentuk Tim Tujuh Kembangkan Kawasan GMTD

69
  • 3
    Shares
Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono. (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan membentuk tim tujuh untuk mengembangkan kawasan Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono saat menerima kunjungan Presiden Komisaris PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk Didik J Rachbini dan jajaran di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (26/06/2018).

Sumarsono menyampaikan bahwa GMTD ini merupakan kawasan yang dikembangkan oleh Gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Saya datang ke sini konsisten dengan komitmen saya sejak awal. Melanjutkan program-program kegiatan yang selama ini sukses dibawah Syahrul Yasin Limpo. GMTD adalah yang dikembangkan saat Pak Syahrul,” sebutnya.

Kedua, menjaga momentum keberhasilan Sulsel sebagai gerbang Indonesia timur. Untuk itu, investasi harus dijaga kesinambungnya dan kepastian jaminan usaha.

“Karena problem utama adalah kepastian usaha,” ujarnya.

Setelah mempelajari, maka program perencanan provinsi, di kawasan Tanjung Bunga, selain sektor swasta dan pemerintah juga harus melibatkan masyarakat.

“Makanya strategi pengembangan adalah partnership publik dan private partnership sekarang melibatkan people,” paparnya.

Untuk itu Pemprov Sulsel akan membentuk tim kecil untuk memformukasikan hal tersebut.

“Kita bentuk tim tujuh tim revitalisasi pengembangan kawasan GMTD. Jadi kita revitalisasi pengembangan, konkritnya akan dirumuskan,” ujarnya.

Tim ini akan diketuai oleh Ketua (Kepala) Bappeda Sulsel Jufri Rachman dan Sekretarisnya, kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel Since Erna Lamba.

Beberapa hal yang secepatnya harus direalisasikan adalah segera difungsikan stadion Barombong dan pengembangan fasilitas.

“Jadi kita pilah-pilih yang mana memberikan benefit pada masyarakat. Bagaimana memiliki manfaat besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Didik menjelaskan bahwa, PT GMTD diberikan kewenangan 1.000 hektar untuk membangun kawasan pemukiman, wisata dan olahraga. Dan akan terus dikembangkan.

Walaupun belum menyebutkan jumlah investasi ke depan. Investasi yang ditanamkan pada tahun 1991 sebesar Rp100 miliar.

“Deviden yang diberikan kepada Pemprov dari tahun 2000-2017 sebesar Rpb6,7 miliar rupiah,” sebutnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan