Bandar Narkoba China Dieksekusi Mati di Hadapan Ratusan Siswa

40
  • 3
    Shares
Bandar Narkoba
Dua Ppngedar narkoba di China dieksekusi di hadapan ratusan siswa (int)

SULSELSATU.com – Kampanye anti narkoba yang dilakukan Pemerintah China dinilai kontroversial tapi ampuh agar generasi muda negeri itu tak terpengaruh narkoba, apalagi menjadi seorang bandar.

Seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (28/6/2018), Pengadilan negara komunis menghukum tembak bandar-bandar narkoba di hadapan ratusan orang yang didominasi oleh anak-anak sekolah.

Hal itu seperti yang terjadi di Haikou, Provinsi Hainan, Cina Selatan. Saat itu, terdapat dua bandar narkoba dipamerkan dan ditembak mati di hadapan Siswa maupun mahasiswa.

Video hukuman kontroversial tersebut dirilis oleh laman berita lokal hinews.cn. Penghukuman publik itu digelar Pengadilan Qiongshan dan Pengadilan Menengah Haikou, dan ditonton oleh sekitar 300 warga.

“Itu adalah bagian dari kampanye pemerintah pada Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan Narkoba dan Peredaran Gelap, yang jatuh pada 26 Juni setiap tahun,” tulis hinews.cn.

Kriminal pertama, Cai Liqun yang berusia 39 tahun, dinyatakan bersalah menjual sabu dan magu. Narkoba yang disebut terakhir adalah campuran sabu dan kafein yang tergolong baru di Cina.

Cai dinyatakan bersalah karena membeli narkoba itu melalui pos, sebelum menjualnya pada sejumlah orang antara September dan November tahun 2015.

Bandar narkoba kedua, Huang Zhengye, 36 tahun, dinyatakan bersalah memiliki dan menjual sabu. Dia tertangkap memiliki 4.749 gram sabu pada tahun 2015.

“Sekarang saya umumkan, bawa Cai Liqun dan Huang Zhenye dibawa ke tempat eksekusi dan dihukum tembak,” kata seorang hakim perempuan di lapangan tersebut.

Untuk diketahui, pengadilan Cina tak jarang menghukum mati kriminal di depan banyak orang. Bahkan, terdapat banyak kasus para kriminal ditembak mati di hadapan ribuan orang.

Pan Hui, gusu SMA setempat, mengatakan kepada China News bahwa eksekusi seperti itu dapat membantu mendidik siswanya.

“Kami, di sekolah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya narkoba secara teoritik. Eksekusi mati semacam ini, akan melengkapi pemahaman itu,” tuturnya.

Editor: Febriansyah