AJI Makassar Protes Polisi Larang Jurnalis Liputan Pleno Rekapitulasi Pilwali Makassar

111
  • 19
    Shares
Whatsapp Image 2018 06 29 At 22.46.31
Ketua AJI Makassar, Qodriansyah Agam Sofyan. (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelarangan jurnalis (wartawan) meliput hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan walikota Makassar adalah bentuk pelanggaran Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Apalagi hasil rekapitulasi bersifat pleno terbuka untuk umum yang tetap diawasi pemantau pemilu dalam negeri, pemantau pemilu asing, masyarakat dan instansi terkait sesuai petunjuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 9 tahun 2018.

“Pelarangan itu melanggar kebebasan Pers dalam melakukan pemberitaan kepemiluan Pilkada bersih, adil, damai dan jujur. Apatah lagi, aturan dalam PKPU menjelaskan itu terbuka untuk umum,” kata Ketua AJI Makassar, Qodriansyah Agam Sofyan, Jumat (29/6/2018).

Bekerja mengambil data informasi, mengolah hingga menyiarkan informasi adalah tugas kerja Pers yang diberi mandat oleh publik untuk menginformasikan kepentingan publik agar bisa mendapat informasi yang baik, benar dan utuh.

Ini sesuai kemerdekaan Pers untuk mewujudka kedaulatan rakyat dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam berdemokrasi.

AJI Makassar meminta segenap elemen instansi di Makassar khususnya, menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan Pers.

Editor: Hendra Wijaya

Terpopuler