Tak Disangka, Istri Pangeran William Ternyata Pernah Belajar Al Quran

64
  • 2
    Shares
Kate Middleton (int)

SULSELSATU.com, LONDON – Istri Pangeran William, Kate Middleton ternyata memiliki masa kecil yang penuh warga. Ayahnya yang merupakan seorang manajer penerbangan British Airways, kerap kali berpindah negara untuk menjalankan karirnya.

Dilansir laman Hola, saat masih kecil di Yordania, ibu dari Prince George ternyata pernah mengenyam pendidikan di salah satu tempat pendidikan pra sekolah, Assahera, salah satu sekolah paling mahal di daerah itu. Pendiri sekolah tersebut, Sahera al Nabulsi masih ingat betul bagaimana aktivitas Kate selama berada di sekolah tersebut.

“Rutinitas pagi adalah menyuruh semua anak duduk dalam lingkaran di mana mereka semua akan menyanyikan Incy Wincy Spider, baik dalam bahasa Inggris dan Arab,” kata Nabulsi.

“Kami juga selalu membaca satu ayat dari Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab anak-anak dan menceritakan kisah tentang sahabat Nabi, seperti Omar Bin Khattab. Tujuannya adalah untuk memperkuat konsep-konsep seperti rasa hormat dan cinta. Anak-anak dari negara lain juga belajar bahasa Arab ketika kami mengelompokkan mereka dalam satu kelompok.”

Tiap guru selalu bertanya dan mengajar menggunakan bahasa Arab. “Siapa yang memakai warna merah hari ini? Sehingga anak-anak akan mengenali warnanya.”

Saat itu, Nabulsi ingat betul, Kate berada di kelas dengan dengan jumlah 12 anak-anak yang terdiri dari anak-anak dari Inggris, Yordania, Amerika dan India.

Di kelas itu, Nabulsi juga sering mengenakan kostum unik saat mengajar termasuk mengenakan kostum ala Sinterklas saat perayaan Natal. Saat bulan Ramadan, Nabulsi juga mengenakan busana sesuai tema.

Diungkapkan pula oleh Pangeran William saat melakukan kunjungan ke Yordania, bahwa sang istri tak bisa lupa dengan kenangan masa kecil di negara tersebut. Ia bahkan menceritakan, bahwa Kate sangat senang pernah tinggal di Yordania.

Nabulsi juga bercerita, saat pukul 9.30 pagi, anak-anak akan duduk untuk sarapan dengan hummus, keju, dan labneh. Selama waktu istirahat, anak-anak akan bermain di tempat pasir dan memberi makan untuk kelinci dan bebek.

Dua kali sebulan, Kate dan teman-teman sekelasnya juga melakukan perjalanan tur sekolah ke tempat-tempat menarik terdekat seperti Pusat Kebudayaan Haya. “Ayah Kate sering menjemputnya kadang-kadang memakai seragam kerjanya dan Kate sangat bersemangat dan berlari menemuinya,” kisah Nabulsi mengungkapkan.

Kelurga Middleton pun harus kembali ke Berkshire pada 1986 ketika tugas dinas Michael berakhir. Masa tinggal mereka di Yordania jelas merupakan saat yang membahagiakan bagi keluarga dan disebutkan dalam biografi Kate Middleton di situs web keluarga kerajaan. Selama tur bersejarahnya di Timur Tengah tahun 2018, Pangeran William juga sempat bercerita saat istrinya tinggal di Yordania.

“Dia senang di sini, dia benar-benar bahagia. Dia sangat kesal karena saya datang ke sini tanpa dia.”

Editor: Febriansyah