Sistem IT PPDB Diserang Hacker, Disdik Verifikasi Ulang 6.672 Pendaftar SMA

191
  • 3
    Shares
Irman Yl
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo saat menggelar konferensi pers di Hotel Grand Immawan, Sabtu (30/6/2018). (Sulselsatu/Awang Darmawan)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, pihaknya berencana melakukan verifikasi ulang 6.672 data pendaftar tahapan pertama PPDB 2018. Hal ini dilakukan untuk merespon kekisruhan yang terjadi dalam pengumuman kelulusan PPDB 2018.

Diketahui, situs e-Panrita baru-baru ini diserang hacker. Akibatnya, terjadi kesalahan sistem yang berdampak pada pengumuman hasil kelulusan peserta didik.

“Kita akan klarifikasi ke sekolah. Hasilnya akan diumumkan kembali empat hari nanti,” katanya, di sela konferensi pers yang digelar di Hotel Grand Immawan, Sabtu (30/6/2018).

None, sapaan akrab Irman, mengatakan, verifikasi ini tidak membatalkan pengumuman yang ada sebelumnya. Hasil verifikasi ini hanya untuk membenarkan pengumuman yang telah dilakukan.

Ia pun menjamin sistem PPDB tahun ini objektif. Seluruhnya dikerjakan oleh sistem tanpa intervensi oknum tertentu.

Hanya saja memang beberapa waktu lalu sistem IT PPDB berhasil diserang peretas yang mengakibatkan sistem melambat. Web e-Panrita hanya menjadi subdomain sulselprov.go.id.

“Sistem ini integritasnya tinggi. Tapi, kami tetap jaga database. Data siswa aman,” katanya.

Sejumlah orang tua siswa baru-baru ini mengeluhkan sistem PPDB 2018 yang diterapkan Dinas Pendidikan Sulsel tahun ini, salah satunya tentang sistem kelulusan siswa. None menjelaskan, sistem PPDB yang diterapkan saat ini berdasar pada Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Semangat Permendikbud ini adalah semangat domisili dan non diskriminasi.

“Artinya, tidak ada sekolah yang berisi hanya anak-anak tertentu, potensi tertentu atau strata tertentu,” katanya.

Berangkat dari semangat tersebut, sistem PPDB ini memungkinkan anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi tersebar di berbagai sekolah di Sulsel. Sistem ini diharapkan bisa mendorong sistem penerimaan di perguruan tinggi tahun depan tidak hanya mengambil peserta jalur undangan hanya dari satu sekolah.

Setiap anak diberi kesempatan untuk memilih tiga sekolah yang akan didaftar. Jika dinyatakan lulus, kata None, maka sistem secara otomatis akan menempatkan anak tersebut di sekolah dimana anak itu memperoleh nilai tertinggi.

“Misal, nilai yang diperoleh anak tersebut lulus di tiga sekolah, maka sekolah yang terpilih adalah dimana anak tersebut memperoleh peringkat tertinggi di sekolah itu,” jelas dia.

Ketentuan inilah, tambah None, yang memungkinkan seorang anak lulus di sekolah pilihan kedua dan ketiga, bukan di sekolah pilihan pertamanya.

Mantan Plt Bupati Luwu Timur ini mengatakan, pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi terkait sistem ini hingga ke tingkat RT/RW dan masjid-masjid. Akan tetapi, masyarakat masih menganggap sistem PPDB tahun ini masih seperti dulu.

“Ekspektasi masyarakat berbeda. Lain penangkapannya. Ini juga kekurangan kami. Sistem seperti ini belum sepenuhnya diterima masyarakat,” kata None.

Penulis: Awang Darmawan
Editor: Awang Darmawan

Sistem IT PPDB Diserang Hacker, Disdik Verifikasi Ulang 6.672 Pendaftar SMA 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga