Simpang Siur tentang Hasil Unggah C1, Ini Penjelasan KPU Sulsel

250
  • 53
    Shares
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel. (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menyikapi kontroversi form C1 yang tayang di portal infopemilu.kpu.go.id terkait Pilwali Makassar yang diduga berbeda dengan hasil C1 di TPS.

Ketua Divisi Humas dan Data Informasi dan Hubungan Antarlembaga KPU Sulsel, Uslimin mengungkapkan, Sistem Informasi Penghitungan (Situng) yang dilakukan KPU bersadar pada C1 hasil hitungan TPS sehingga bersifat real count.

Publikasi form C1 itu, kata Usle, sapaan Uslimin, sebagai wujud transparansi serta upaya untuk menjaga akuntabilitas proses dan hasil Pilkada.

“Kalau ada kesalahan entri data, tim paslon bisa mengoreksinya pada saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. publik juga bisa menyampaikan koreksi atas kekeliruan itu melalui medsos, call center, pusat pengaduan KPU atau melapor ke pengawas pilkada jajaran Bawaslu terdekat,” katanya, Sabtu (30/6/2018).

Situng, jelas Usle, memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi informasi atas perolehan sudara secara cepat, serta yang kedua adalah fungsi transparansi.

“Karena publik bisa mengakses, maka menjadi warning bagi seluruh jajaran KPU (PPS, PPK, KPU Kabupaten Kota dan KPU Provinsi) agar tidak mengubah-ubah hasil perolehan suara selama proses rekap secara berjenjang berlangsung,” lanjutnya

Meski begitu, lanjut Usle, hasil Pilkada yang resmi bukanlah yang ditayangkan di aplikasi Situng, melainkan rekap manual yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat TPS yang dihadiri panwas san saksi pasangan calon.

“Hasil rekap manual itupun salinannya juga diberikan kepada Pengawas Pemilu dan saksi. Jadi ada mekanisme kontrol dlm proses itu,” urainya.

Sehingga, jika ada upaya meretas situs KPU, hal itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap perolehan suara masing-masing Paslon dalam Pilkada, karena hasil resmi direkap secara manual, bukan yang ada di situng.

“Upaya meretas situs KPU dipastikan dilakukan oleh pihak2 tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja berupaya menimbulkan keresahan, spekulasi, dan kecurigaan, terutama bagi yang tidak memahami proses penghitungan dan rekapitulasi suara di pilkada, dan yang tidak memahami dunia IT dengan cukup baik,” tambahnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar jangan cepat mendelegitimasi penyelenggara.

“Mari gunakan mekanisme yg tersedia untuk mengoreksi dan memperbaiki kekeliruan kesalahan entri hasil pilkada dari scan form C1,” ucapnya.

“Bawaslu dan jajaran bisa langsung proaktif menindaklanjuti berbagai temuan yang mengemuka di masyarakat tanpa harus menunggu masuknya laporan secara formal. Hal ini penting agar tidak berlarut-larut menjadi kontroversi dan spekulasi yang membingungkan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Ramdhan Akbar
Editor: Awang Darmawan

Simpang Siur tentang Hasil Unggah C1, Ini Penjelasan KPU Sulsel 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga