Ini Modus yang Dilakukan Penyelenggara untuk Utak-atik Kotak Suara di Pinrang

229
  • 1
    Share
Img20180101131005
Ketua Panwaslu Pinrang, Ruslan Wadud. (Int)

SULSELSATU.com, PINRANG – Dua TPS di Kabupaten Pinrang akan digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). Itu setelah pengawas pemilu di daerah ini menemukan kecurangan yang dilakukan sejumlah oknum penyelenggara.

Dua TPS yang akan dilakukan PSU masing-masing di TPS 1 Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Lembang dan TPS 4 Desa Binangakaraeng, Kecamatan Lembang.

Di PTS 1 Pekkabata, pengawas menemukan kotak suara yang terbuka sebelum hari pencoblosan atau pada 27 Juni lalu. Sementara di TPS 4 Binangakaraeng surat suara yang diserahkan kepada pemilih tidak ditandatangani ketua KPPS.

Ketua Panwaslu Pinrang, Ruslan Wadud menjelaskan modus yang digunkan dua KPPS pada masalah ini. Ketua KPPS TPS 4 Binangakareng membuka kotak suara pada malam hari pasca pencoblosan.

Ini Modus yang Dilakukan Penyelenggara untuk Utak-atik Kotak Suara di Pinrang 1

Ketua KPPS 4 Binangakaraeng kata dia, kemudian menandatangani surat suara sebanyak 400 lembar dengan rincian, 200 lembar untuk kandidat Pilkada Pinrang dan 200 lembar lainnya untuk kandidat di Pilgub Sulsel.

Baca juga: Temukan Kecurangan, 2 TPS di Pinrang Akan Digelar Pencoblosan Ulang

“Sementara TPS 1 Pekkabata, Kecamatan Duampanua ada 18 surat suara yang tidak ditandatangani lalu digunakan oleh pemilih untuk mencoblos,” ungkap Ruslan tanpa merinci nama oknum yang melakukan hal in, begituun dengan nama-nama oknum yang dibantu oleh penyelenggara pada maslah ini.

Sebelumnya, Komisioner Divisi Teknis KPU Pinrang, Hasbar mengatakan, rekomendasi yang diajukan Panwas terkait temuan pelanggaran yang dilakukan petugas KPPS akan ditindaklanjuti dengan PSU pada dua TPS tersebut.

“KPU melaksanakan rekomendasi itu dan akan dilaksanakan pada 1 Juli 2018. Kami telah menyiapkan seluruh kelengkapan PSU,” kata Hasbar, Jumat (29/6/2018).

Dia mengatakan, mekanisme pelaksanaan PSU di dua kecamatan tersebut nyaris sama dengan perhitungan suara pada 27 Juni lalu.

“Bedanya hanya tidak boleh ada pemilih tambahan di luar daftar yang sudah hadir pada hari H tersebut, ditambah kami akan berikan pengawalan dari pihak kepolisian,” katanya.

Penulis: Hasrul
Editor: Hendra Wijaya

Ini Modus yang Dilakukan Penyelenggara untuk Utak-atik Kotak Suara di Pinrang 2
Ini Modus yang Dilakukan Penyelenggara untuk Utak-atik Kotak Suara di Pinrang 3

Rekomendasi Berita

Baca Juga