Pj Gubernur Sulsel Tunda Pengumuman PPDB, Orang Tua Siswa Puas

201
  • 7
    Shares
Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono. (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono membenarkan pada Jumat (29/6/2018) lalu puluhan orang tua siswa mendatangi rumah jabatan Gubernur Sulsel meminta kejelasan atas sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Warga datang hendak menyampaikan aspirasinya pada gubernur. Sekitar pukul 22.55 Wita, sekitar 30 orang datang, mereka masuk melalui Jalan Sungai Tangka. Mereka bertahan hingga pukul 01.00 dini hari sebelum bertemu dengan Sumarsono.

“Mereka kemarin kecewa karena penerimaan murid baru tidak lancar pada tahun ini, ada datang ke Rumah Jabatan Gubernur sampai jam satu malam. Karena merasa ada hambatan penerimaan anak-anak SMA,” katanya, Minggu, (1/6/2018).

Sumarsono menjelaskan bahwa, di Sulsel saat ini menerima siswa baru dengan sistem zonasi. Calon siswa bisa memilih tiga pilihan.

Dia kemudian menemui para orang tua murid, lalu meminta mereka untuk kembali pulang ke rumah, sembari mencari solusi yang ada, termasuk dengan Dinas Pendidikan Sulsel.

Sehari setelahnya, Sumarsono bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo membahas terkait hal ini. Dinas Pendidikan kemudian menggelar pertemuan orang tua siswa dan menggelar konferensi pers.

Sumarsono kemudian mengambil kebijakan dengan menunda pengumuman PPDB Sulsel hingga Rabu karena sistem IT terserang hackers.

Dengan mediasi yang diberikan oleh gubernur melalui penjelasan panitia terkait adanya penundaan pengumuman PPDB SMA/SMK, maka orang tua siswa merasa puas.

“Terima kasih dan hormat dari orang tua siswa kepada Bapak Gubernur atas semua bantuan dan perhatiannya,” kata Munzil selaku orang tua siswa.

Sama halnya dengan Misbahuddin Bahru, orang tua siswa yang juga datang ke rumah jabatan mengatakan puas dengan mediasi dan solusi yang diberikan oleh gubernur.

“Terus terang setelah menyampaikan hal tersebut kami orang tua murid mengaku puas dan betul-betul merasa diperhatikan oleh gubernur,” ujarnya.

Penundaan tidak masalah bagi mereka, namun harus tetap diawasi serta tidak ada siswa dan orang tua siswa yang merasa dirugikan.

“Kami telah beramai-ramai mengirimkan SMS ucapan terima kasih kepada gubernur melalui staf ahlinya,” ujarnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein