Peresmian PLTB Sidrap 75 MW Tandai Lahirnya Sejarah Baru

65
  • 3
    Shares
Jokowi Rms
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Bupati Sidrap, Rusdi Masse saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Sidrap, Senin (2/7/2018). (IST)

SULSELSATU.com, SIDRAP – Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap 75 MW oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandai lahirnya sejarah baru di Indonesia.

Pasalnya, PLTB berskala utilitas itu merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi sejarah baru dalam industri energi terbarukan nasional.

Peresmian PLTB Sidrap ini ditandai dengan pembunyian sirine yang dilakukan oleh presiden RI Joko Widodo yang didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Sumarno, Pj Gubernur Sulsel Sumarsono serta Bupati Sidrap Rusdi Masse.

“Saya kira kita memiliki potensi-potensi energi terbarukan, baik itu geotermal yang kita mau miliki potensi sebanyak 29.000 MW. Dan yang baru dikerjakan itu 2.000 MW. Artinya, 10 persennya belum mencapai,” kata Jokowi dalam sambutannya, Senin, (02/07/2018).

Dia menambahkan, Indonesia juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang semuanya memiliki potensi listrik sangat besar.

Oleh sebab itu, maka pemerintah pun menargetkan tahun 2025 diharapkan bisa mencapai 23 persen. Hal itu pun ditunjukkan melalui PLTB Sidrap.

“Dengan peresmian PLTB ini kita ingin memberikan komitmen bahwa di tahun 23 persen di tahun 2025 itu bisa tercapai. Insya Allah,” kata Jokowi.

PLTB Sidrap hadir di Indonesia berkat upaya dan komitmen perusahaan pengembang, PT UPC Sidrap Bayu Energi yang merupakan gabungan tiga perusahaaan sarat pengalaman di industri energi terbarukan yaitu UPC Renewables, PT Binatek Energi Terbarukan, dan AC Energi.

PT UPC Sidrap Bayu Energi mengembangkan proyek PLTB Sidrap pada tahun 2013 dan menyelesaikan proyek ini sebelum tenggat yang ditentukan dalam kontrak dengan PT PLN (Persero).

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Peresmian PLTB Sidrap 75 MW Tandai Lahirnya Sejarah Baru 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga