Bom Mobil Serang Konvoi Kendaraan Tentara Prancis, 4 Warga Sipil Tewas

38
  • 2
    Shares
Ilustrasi Bom Mobil
Ilustrasi Bom Mobil (int)

SULSELSASATU.com, MALI – Setidaknya empat orang warga sipil tewas dalam sebuah serangan yang menyasar patroli tentara Prancis di Mali pada Minggu (1/7/2018). Dilaporkan pula sebanyak 20 orang lainnya mengalami luka, termasuk delapan di antaranya berasal dari pihak militer Prancis.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia pada Selasa (2/7/2018), Kementerian Pertahanan Mali mengatakan dua orang tentara Perancis tewas, tetapi diralat, dan mengatakan korban tewas adalah penduduk sipil.

Seorang juru bicara untuk pihak militer Perancis mengatakan, tentaranya tidak ada yang tewas ketika sebuah bom mobil diledakkan di Kota Gao di wilayah utara Mali.

“Saya konfirmasikan (serangan) itu merupakan bom mobil yang ditabrakkan ke patroli tentara gabungan Barkhane-Mali,” kata Boubacar Diallo, juru bicara Kementerian Pertahanan Mali.

Menurut Diallo, serangan itu menargetkan Operasi Barkhane yang dilancarkan pasukan Perancis, dengan jumlah pasukan mencapai lebih dari 4.000 tentara.

Saksi mata mengatakan, terjadi baku tembak antara antara penyerang dan pasukan Barkhane-Mali setelah ledakan bom terjadi.

Menurut SITE, lembaga intelijen swasta yang berbasis di Amerika Serikat, kelompok teroris afiliasi al-Qaeda di Mali, Nusrat al-Islam wal Muslimeen, mengklaim bertanggung jawab atas serangan maut tersebut.

Kelompok yang biasa dikenal dengan singkatan JNIM itu mengklaim melakukan serangan di Gao hari Minggu, dan menyatakan hal itu sebagai “pesan khusus” kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelang KTT Uni Afrika di Mauritania.

Meski begitu, JNIM menolak klaim tanggung jawab terhadap tiga serangan lainnya yang terjadi berurutan sejak dua pekan lalu, yang oleh beberapa pihak, dituding menyasar pemilu Mali pada 29 Juni 2018 lalu.

Editor: Febriansyah

Bom Mobil Serang Konvoi Kendaraan Tentara Prancis, 4 Warga Sipil Tewas 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga