Appi-Cicu Tuding Pemkot Massif Menangkan Kotak Kosong

3603
  • 712
    Shares
Aru Pina
Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Farouk M Betta (tengah) saat menggelar konferensi pers di Hotel Novotel, Selasa (3/7/2018). (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) menuding Pemerintah Kota Makassar melakukan intervensi dalam perhelatan di Pilwali tahun ini.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Farouk M Betta saat menggelar konferensi pers di Hotel Novotel, Selasa (3/7/2018).

“Jadi yang paling parah adalah keterlibatan Pemkot Makassar. Hal itu terbukti dengan kerja massif oleh para Plt camat dan lurah untuk memenangkan kotak kosong,” ungkap Aru, sapaan Farouk M Betta.

Parahnya lagi, kata Aru, para camat dan lurah diperintahkan untuk menginap di kantor kecamatan.

“Ini kan jadi pertanyaan, kenapa harus sampai nginap. Tidak percaya dengan kepolisian, dan penyelanggara?,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Rahman Pina.

Menurutnya, ada pergerakan massif yang dilakukan oleh oknum camat dan lurah memenangkan kolom kosong di lima kecamatan.

“Jadi kami temukan yang kerjanya terstruktur, rapi dan massif ada lima kecamatan, yakni Mariso, Makassar, Bontoala, Wajo dan Sangkarrang,” tutur Bendahara DPD II Golkar Makassar itu.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan