Jokowi Cek Progres Bendungan Paselloreng Wajo

51
  • 3
    Shares
Img 20180703 Wa0017
Presiden Jokowi saat melihat denah Bendungan Paselloreng Wajo. (IST)

SULSELSATU.com, WAJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Bendungan Paselloreng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Selasa (3/7/2018).

Kedatangan Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, guna melihat sejauh mana progres pembangunan Bendungan Paselloreng tersebut.

Selain itu, Pj Gubernur Sulsel Sumarsono dan Bupati Wajo Burhanuddin Unru, juga turut mendampingi Jokowi meninjau bendungan yang berjarak kurang lebih 45 kilometer dari Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo.

Dari pantauan Sulselsatu.com, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA. Usai turun dari mobil, Jokowi langsung disambut oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan, Tengku Iskandar dan tampak terlihat beberapa kali menyalami para pekerja.

“Kira harapkan bendungan ini nanti hisa dijadikan air baku bagi masyarakat sekitar jadi pembagkit listrik. Menyiapkan air untuk irigasi dan pertanian sehingga larinya ke swasembada pangan,” kata Jokowi.

Bendungan ini adalah salah satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang diprogramkan pemerintahan Jokowi-JK di Sulsel, dua lainnya Karalloe dan Pamukkulu.

Bendungan ini adalah salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun. Mulai konstruksi pada 23 Juni 2015. Target selesai lebih cepat 4 bulan dari jadwal kontrak pada Juli 2019 menjadi Akhir Februari 2019.

Nilai kontrak pembangunan ini sebesar Rp701 miliar dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa. Jika termasuk konsultan, maka total biaya yang digelontorkan sebesar Rp736 miliar.

Daya tampungnya, 138 meter kubik dan diharapkan dapat mengairi irigasi seluas 7.000 hektar, serta air baku 305 liter per detik, sebagian sebagai konservasi sumber daya air, juga untuk mengurangi banjir di Wajo dan sebagai pengendalian banjir Sungai Gilireng (1.002 m3/detik).

Bendungan ini ke depan juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata. Dengan potensi listrik 0,8 MW. Adapun, daya tampung maksimal sebesar 138 M3 dan luas genangan 169 Km2. Progres per hari ini 73.29 persen.

Luas lahan yang dibutuhkan 1.849,88 ha, sudah dibebaskan 681,98 ha (36,87 persen) sisanya dalam proses penyelesaian pembayaran bertahap untuk area genangan.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Terpopuler