Warga Pengungsi Gunung Agung Banyak yang Mengeluh Sakit Kepala dan Persendihan

58
  • 3
    Shares
Pengungsi Gunung Agung

SULSELSATU.com – Ratusan warga pengungsi erupsi Gunung Agung menjalani pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian, Balai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Rendang, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (4/7).

Tercatat sekitar 122 jiwa warga yang mengungsi di balai tersebut. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Puskesmas Rendang.

Salah satu pengungsi bernama Ketut Ardika (45) yang berprofesi sebagai petani ini menyampaikan, sudah sejak tiga hari lalu berada di lokasi pengungsian.

“Untuk saat ini saya baru dapat periksa kesehatan saja. Kalau untuk makan baru tadi saja, untuk selimut dan alas tidur masih belum dapat, karena baru tadi dicatat oleh petugas. Saya periksa kesehatan karena tadi pagi sakit kepala,” ucapnya dikutip dari merdeka.

Ardika mengungsi bersama 12 orang keluarganya. Dan saat mengungsi tidak membawa barang berharga lantaran panik melihat api di sekitar Gunung Agung.

“Waktu mengungsi saya tidak bawa apa-apa, dan langsung lari. Saya mengungsi sama keluarga 12 orang. Iya waktu kejadian saya takut, ada suara gemuruh dari Gunung Agung dan saya melihat apinya,” jelasnya.

Sementara Ibu Wayan Sutiasih (40), yang juga merupakan warga Dusun Simpar, Desa Besakih, Karangasem, Bali, menjelaskan dia bersama keluarganya hanya sempat membawa alas tidur karena tidak sempat berkemas-kemas.

“Untuk bantuan hanya air bersih saja sama kesehatan, kalau yang lain masih belum ada. Saya ke sini hanya bawa alas tidur karena belum sempat berkemas-kemas karena mendadak,” ujarnya.

Sementara salah satu petugas dari Puskesmas Rendang, yakni Dokter Made Ayu Gina menyampaikan untuk pemeriksaan kesehatan para pasien atau pengungsi banyak yang mengeluhkan sakit kepala, sakit persendian dan tidak enak badan.

“Hal itu terjadi karena keadaan udara di sini memang sangat dingin, cenderung berangin dan mereka tidurnya dengan kasur tipis dan beralasan lantai itu kan sangat dingin sekali,” ungkapnya.

“Apalagi malam, itu sangat dingin di sini, jadi kebanyakan pasien itu memang tidak enak badan, tapi untuk tensi masih normal. Namun kebanyakan di sini para orang tua. Tadi saya juga melakukan skriming katarak pada sekitar 10 orang. Kami deteksi ada katarak beberapa orang. Jadi kami banyak memberikan vitamin pada pasien,” tambahnya.

Sementara untuk anak-anak yang ikut mengungsi hanya terkena batuk dan pilek saja. “Ke depannya kalau masih lama di sini, kita akan temukan banyak kasus, karena pada anak-anak itu cenderung mudah untuk saling menularkan.
Karena mereka baru beberapa hari di sini, jadi belum ada keluhan seperti itu, baru satu dua saja,” tutupnya.

Editor : Agung Hidayat

Warga Pengungsi Gunung Agung Banyak yang Mengeluh Sakit Kepala dan Persendihan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga