Hasil Studi: Pria Lebih Sulit “Move On” Setelah Putus Cinta

33
  • 1
    Share
Kecerdasan Emosional, EQ, Kecerdasan Intelegensia, IQ, Tanda Kecerdasan Emosional Rendak, Gampang Tersinggung, Marah, Salahkan orang lain, Sering merasa tak dipahami, Emosi, Stress
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com – Putus cinta jelas meninggalkan luka. Sebagian orang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan menemukan kekasih baru.

Akan tetapi, anggapan bahwa lebih cepat “move on” lalu menemukan kekasih baru setelah putus cinta ternyata tak sepenuhnya benar. Sebuah studi justru mengungkap jika pria sulit untuk move on dari mantan kekasih.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Binghamton University, Amerika Serikat terhadap 5.705 orang partisipan. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa wanita cenderung lebih sering putus cinta lantaran berpacaran dengan orang yang salah. Sehingga, wanita cenderung lebih mempersiapkan diri untuk melanjutkan hidup dan menemukan kekasih baru.

Akan tetapi, studi ini menemukan pula bahwa kaum pria lebih merasakan penderitaan dalam jangka waktu yang lama ketimbang wanita usai putus cinta. Meskipun wanita menderita sakit hati yang lebih dalam saat hubungan harus kandas, namun ternyata pria tidak akan pernah bisa melupakan mantan kekasihnya.

Studi tersebut mengemukakan bahwa pria merasa mereka harus bersaing dan berkompetisi untuk mencari pasangan baru. Di samping itu, para peneliti juga mengungkap bahwa kaum pria cenderung merasakan dampak kehilangan kekasih dan kandasnya hubungan selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun.

“Kaum pria cenderung akan merasakan kehilangan yang mendalam dan ini terjadi pada periode waktu yang panjang. Pria merasa, karena hubungan ini telah kandas maka ia harus kembali memulai persaingan dan kompetisi dari awal lagi untuk menggantikan apa yang sudah hilang. Bahkan, hal buruknya adalah kehilangan (mantan kekasih) tidak bisa tergantikan,” ujar Craig Morris, salah satu anggota tim peneliti seperti dilansir glamourmagazine.co.uk

Sementara itu, sakit hati dan kehilangan yang dirasakan oleh wanita akibat putus cinta lebih karena mereka menekankan aspek memilih pasangan dengan kualitas tinggi. Tujuannya adalah sebagai investasi biologis guna memperoleh keturunan dengan kualitas yang baik pula.

“Sederhananya adalah dalam sebuah hubungan, wanita berinvestasi jangka panjang ketimbang pria. Hubungan romantis singkat bisa berdampak pada hamil sembilan bulan. Namun, pria bisa saja langsung ‘kabur dari tempat kejadian perkara’ beberapa menit setelah hubungan itu,” tutur Morris.

Editor: Awang Darmawan