Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Waspadai Penyakit Mematikan Ini

63
  • 1
    Share
Jemaah Calon Haji, Haji 2017, Kabupaten Gowa
Ilustrasi. (Dok. Sulselsatu)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan dini bagi jemaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci. Jemaah calon haji diminta agar mewaspadai cuaca ekstrem di tanah suci yang saat ini mencapai 53 derajat celcius.

Kondisi ini disebut bisa menimbulkan penyakit heat stroke yang dapat menyebabkan kematian.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sederet alat pelindung diri bagi jemaah haji 2018, di antaranya payung, kacamata hitam, masker, hingga water spray.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Eka Jusuf Singka, MSc mengatakan, pemberian alat pelindung diri ini memang bertujuan untuk meminimalisasi risiko heat stroke atau stroke akibat cuaca ekstrem.

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Waspadai Penyakit Mematikan Ini 1

“Kondisi cuaca di sana panas, sekitar 53 derajat celcius. Terutama saat Arafah dan Mina. Diharapkan tidak melakukan hal-hal yang tidak penting, fokus saja untuk ibadah agar tubuh tetap fit,” ujarnya, dilansir suara.com, Sabtu (7/7/2018).

Eka menambahkan, heat stroke bisa sangat mematikan, karena sengatan panas akibat cuaca ekstrem di Tanah Suci membuat tubuh mengalami kenaikan temperatur hanya dalam waktu yang singkat. Biasanya penderita akan mengalami gejala pusing, mual, muntah hingga kulit memerah.

“Tiba-tiba pingsan, karena darahnya kental dan semua organ tubuh mengalami kegagalan fungsi,” tambahnya.

Jika tidak ditangani dengan cepat, heat stroke dapat mengakibatkan kematian atau cacat permanen. Selain itu, Eka menambahkan, kondisi yang harus diwaspadai para calon jemaah haji akibat cuaca ekstrem di Tanah Suci adalah risiko gangguan saluran pernapasan.

Berkaca dari penyelenggaraan haji beberapa tahun belakang, Eka menyebut penyakit yang paling banyak dialami jemaah haji antara lain batuk, flu, infeksi saluran pernapasan akut hingga pneumonia.

“Yang paling banyak menyebabkan kematian itu penyakit jantung, penderita gangguan saluran napas juga ada yang dipasang trakeostomi,” terangnya.

Editor: Awang Darmawan

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Waspadai Penyakit Mematikan Ini 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga