Tuntut Pemungutan Suara Ulang, Massa Bersalam Bentrok di Kantor Panwaslu

152
Massa Bersalam
Massa Bersalam mengepung kantor Panwaslu Pinrang. (Sulselsatu/Hasrul)

SULSELSATU.com, PINRANG – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Kabupaten Pinrang dan Relawan Bersalam menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pinrang, Sabtu (7/7/2018).

Kedatangan massa di kantor Panwaslu guna menuntut Panwaslu Kabupaten Pinrang berkerja secara profesional di Pilkada Pinrang.

Aksi tersebut berujung ricuh. Massa bentrok dengan pihak pengamanan.

Massa yang melempari kantor Panwaslu dibalas dengan gas air mata dari pengamanan yang berjaga di depan kantor.

“Kami meminta agar Ketua Panwaslu Pinrang keluar untuk memberikan keterangan,” kata koordinator aksi, Solihin.

“Kami meminta kepada Panwaslu Pinrang mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Pinrang untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pinrang secara keseluruhan di 723 TPS,” tambah Solihin.

Solihin menyebutkan, Relawan Bersalam menemukan banyak kecurangan. Salah satunya, yaitu adanya dugaan pemilih siluman yang menggunakan surat keterangan penduduk palsu dalam memilih.

“Hal tersebut terlihat jelas dari data pengguna surat keterangan yang dikeluarkan pihak penyelenggara dengan fakta pengguna surat keterangan yang mencoblos. Selisihnya mencapai ribuan suara,” ujar dia.

“Kami tidak ingin pimpinan yang lahir dari buah kecurangan. Setiap kecurangan harus diproses, dan pemungutan suara ulang wajib dilaksanakan di Pilkada Pinrang,” imbuh Solihin.

Penulis: Hasrul
Editor: Awang Darmawan

Iklan stie Amkop

Baca Juga