Napiter Asal Makassar, Ustadz Basri Meninggal Dunia

142
  • 5
    Shares
Images (3)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang narapidana teroris yang mendiami Lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Muhammad Basri alias Ustaz Basri hari ini meninggal dunia, Minggu (8/7/2018).

Mantan pimpinan pondok pesantren Tanfidzul Qur’an Makassar tersebut dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cilacap. Jenazahnya pun kemudian dipulangkan ke Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan informasi tersebut.  “Iya, informasi itu benar,” ujar Dicky Sondani. 

Menurut Dicky, setelah berkoordinasi dengan penanggung jawab Ponpes Tanfidzul, jenazah Ustadz Basri disemayamkan di Jalan Manuruki II, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

“Jenazahnya akan dikebumikan di Paccelekang Kecamatan Patallasang, Kabupaten Gowa, tempat pekuburan keluarga Ustadz Basri,” katanya.

Dicky pun menyebut jenazah tiba di Makassar pada pukul 21.30 WITA dan telah diketahui oleh pihak Lapas Nusakambangan dan pihak Densus 88 serta BNPT. 

Seperti diketahui, Ustad Basri sendiri ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada tanggal 24 April 2015 silam. Ia ditangkap di depan di BTN Hartaco Indah Blok A Nomor 29, Jalan Manuruki, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Penangkapan terhadap Basri lantaran ia disinyalir terlibat jaringan teroris dan membaiat anggota ISIS di Makassar. Selain itu, Basri juga terlibat aksi terorisme dan menampung para teroris yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Basri didakwa sebagai aktor intelektual atau otak pelaku percobaan pembunuhan terhadap mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo pada November 2012 lalu. Dia akhirnya dinyatakan bersalah dan divonis delapan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Februari 2016.

Penulis: Hermawan Mappiwali 
Editor: Hendra Wijaya