Serbuan Tenaga Kerja Asing, Komisi 9 DPR RI Sidak PT IMIP Morowali

111
  • 1
    Share
432802 620
Ilustrasi (Int)

SULSELSATU.com, MOROWALI – Komisi 9 DPR RI dan Satgas Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) mendatangi PT IMIP, Morowali, Sulsel, untuk memastikan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan nikel itu.

Anggota Komisi 9 DPR RI, Dede Yusuf mengatakan, kebohongan isu serbuan warga China itu terbongkar setelah dirinya dan anggota Komisi 9 DPR RI serta Satgas Pengawasan TKA mendatangi PT IMIP.

“Rombongan kunker Komisi 9 dan Satgas Pengawasan TKA datang ke PT. IMIP di Morowali. Sebuah kompleks industri smelter nickel dan besi terbesar di Indonesia,” kata Dede seperti dikutip Viva, Minggu (8/7/2018).

Di lokasi perusahaan itu, kata Dede, tim memeriksa seluruh ruangan mulai dari ruang produksi, kantin hingga ke asrama pekerja asal China.

“Untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kami datangi semua, mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator,” tulisnya.

Dede menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan, isu serbuan pekerja asal China yang dihebohkan di media, ternyata bohong. Terbukti di perusahaan itu hanya ada kurang dari 10 persen dari total pekerja yang berasal dari China. Dan mereka itu memiliki izin bekerja sah.

“Jumlah Karyawan asing ada 2.500 TKA-nya. Sementara pekerja lokal nya mencapai 28.000 orang!!! Artinya TKA tidak sampai 10 persen dan memiliki izin kerja yg sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkumham di sana,” ujar Dede.

Dede menjelaskan, kemungkinan dahulu pekerja asal China lebih banyak dari sekarang. Hanya saja, mereka bekerja dalam sistem kontrak jangka pendek. Dan mereka didatangkan saat smelter dibangun. Sebab saat itu tak ada tenaga kerja lokal yang memiliki pengalaman membangunan smleter.

“Mungkin dulu pada saat pembangunan smelter di awal 2014-2016 banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per dua hingga tiga bulan. (Karena memang pada saat itu kita belum berpengalaman membangun smelter). Setelah Smelter berdiri, hanya 10 persen TKA yangg tinggal. Untuk meneruskan transfer teknologi kepada pekerja lokal,” kata Dede.

Menurut Dede, pekerja di PT IMIP rata-rata mendapatkan gaji sekitar Rp4 juta untuk pekerja lulusan SMA yang baru bekerja enam bulan. Sedangkan untuk mereka yang sudah bekerja di atas dua tahun, mendapatkan gaji hingga Rp10 juta.

“Mau tahu berapa gaji pekerja lokal kita di sana? Lulusan SMA yang baru masuk 6 bulan rata-rata mendapat sekitar Rp4 juta. Yang sudah dua tahun mencapai Rp8 juta hingga 10 juta setiap bulan. Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum. Mungkin ada yg berminat?,” ujarnya.

“So once again, Kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yg berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan kami juga sudah minta agar Satgas Pengawasan TKA membuka posko di sana. Agar pengawasan terpantau,” kata Dede menambahkan.

Editor: Hendra Wijaya