Terkait Hadiah dari Ulama Ghana kepada Anies, Ini Tanggapan KPK

68
  • 7
    Shares
Anies Baswedan

SULSELSATU.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera melaporkan hadiah dari pendakwah Ghana yang diterimanya saat menghadiri penutupan Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa kelima.

Anies menerima sebuah tongkat dengan ukiran harimau di atasnya, kopiah, syal, dan dua kemeja khas Ghana dari seorang pendakwah bernama Muhammad Harun.

“Sebaiknya dilaporkan, karena itu kan dia menerimanya kapasitasnya sebagai apa? Itu akan lebih wise (bijaksana),” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (6/7).

Saut mengatakan setelah Anies melaporkan hadiah-hadiah tersebut, pihaknya akan menentukan apakah barang dari ulama Ghana tersebut ditetapkan sebagai milik negara atau tidak. Untuk itu, Saut meminta Anies melaporkan hadiah yang dirinya terima.

“Sebaiknya memang dilaporkan, kemudian nanti kalau setelah dinilai (apakah) dijadikan milik negara. Itu akan lebih bagus,” jelasnya.

Saut menyebut belum lama ini juga ada pejabat negara yang melaporkan hadiah pemberian dari tokoh keagamaan. Kendari begitu, dia enggan menyebut pejabat negara tersebut.

“Saya enggak sebut nama, kemarin ada diterima begitu besar, dilaporkan ke kami kemudian dijadikan milik negara,” jelasnya.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak melaporkan hadiah dari ulama Ghana ke Lembaga Antirasuah. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berdalih pemberian bukan untuk pribadi, namun untuk Gubernur DKI Jakarta.

Editor : Agung Hidayat