Berstatus Sebagai Imigran, Puluhan Tentara AS Diberhentikan

62
  • 5
    Shares
Tentara
Militer Amerika Serikat (int)

SULSELSATU.com – Puluhan personel Angkatan Bersenjata Amerika Serikat telah diberhentikan dan sejumlah di antaranya mendadak mengalami permasalahan kontrak kerja. Diduga kuat, hal itu terjadi karena yang bersangkutan berstatus sebagai imigran, Associated Press (AP) melaporkan, dikutip pada Minggu (8/7/2018).

Di Amerika Serikat, para imigran yang memenuhi syarat (salah satunya berstatus prosedural atau berdokumen) mendapat kesempatan untuk bergabung dalam angkatan bersenjata –melalui program perekrutan khusus– dengan harapan mendapat kompensasi utama yakni, mengikuti proses naturalisasi demi menjadi warga negara AS.

Tidak jelas berapa banyak pria dan wanita –yang mendaftar melalui program perekrutan khusus bagi para imigran– yang telah diberhentikan atau mengalami permasalahan kontrak.

Tetapi, seorang narasumber yang bekerja sebagai pengacara keimigrasian mengatakan kepada AP bahwa jumlahnya diperkirakan lebih dari 40 orang.

Berstatus Sebagai Imigran, Puluhan Tentara AS Diberhentikan 1

Beberapa rekrutan yang telah diberhentikan mengaku tak menerima alasan jelas di balik pemberhentian atau pemutusan kontrak kerja yang terjadi secara mendadak itu.

Yang lain mengatakan, militer AS memberitahu bahwa mereka telah dicap sebagai risiko keamanan karena mereka memiliki kerabat di luar negeri, atau karena Kementerian Pertahanan (Pentagon) belum menyelesaikan pemeriksaan latar belakang mereka.

Salah satu contoh adalah Panshu Zhao (31), pria kelahiran China yang bergabung dengan Angkatan Darat AS pada 2016 melalui program perekrutan khusus bagi para imigran. Tujuannya satu, demi mendapat kewarganegaraan AS secara sah dan menamatkan pendidikan pascasarjana (Ph.d) di Texas A&M University.

Kini, ia menjadi salah satu orang yang mengalami permasalahan tersebut.

Pada April 2018, Zhao mendapat kabar dari komandan unitnya bahwa ia “diberhentikan” tanpa alasan detail.

“Padahal saya bukan ancaman nasional,” kata Zhao seperti dikutip dari AP.

“Sebaliknya, orang-orang seperti saya, dengan pendidikan tinggi dan keterampilan penting, adalah aset nasional karena kami ingin mengabdi untuk Angkatan Darat AS. Saya (juga) adalah ilmuwan, tak peduli apa kata mereka,” jelasnya.

Sementara itu, seorang anggota tentara cadangan AS (reservist), Lucas Calixton kelahiran Brazil, mengajukan gugatan hukum di Washington DC pekan lalu. Hal itu dilakukan setelah dirinya diberhentikan oleh Kementerian Pertahanan AS secara sepihak, tanpa memberikannya kesempatan untuk melakukan pembelaan atau naik banding.

Pentagon Tak Mengelaborasi Detail

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan pada Jumat 6 Juli bahwa tidak ada perubahan kebijakan apapun terkait program perekrutan khusus bagi para imigran sejak Presiden AS Donald Trump mulai menjabat tahun lalu.

Berkomentar senada, Juru Bicara AD AS Cynthia O. Smith mengatakan bahwa setiap personel yang masuk dalam satuan militer, termasuk yang berstatus imigran, pasti menjalani pemeriksaan latar belakang dan keamanan.

“Setiap perekrut menjalani tinjauan kelayakan individual dan lamanya waktu untuk peninjauan tergantung pada latar belakang masing-masing individu yang beragam dan unik,” kata Smith.

Editor: Febriansyah

Berstatus Sebagai Imigran, Puluhan Tentara AS Diberhentikan 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga