Puluhan Aktivis Geruduk Kantor KPU Jeneponto, Ini Masalahnya

111
  • 4
    Shares
Screenshot 20180709 114908

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan diri dari Forum Pemuda Jeneponto (FPJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KPUD Jeneponto, Jalan Lanto Dg. Pasewang, Senin (9/7/2018).

Aksi yang dipimpin oleh Hidayat ini menduga adanya ketidaknetralan oknum KPUD Jeneponto sebagai penyelenggara Pilkada Bupati Tahun 2018 serta terjadi pengrusakan segel kotak suara di kantor PPK Tamalatea Jeneponto.

“Ada 58 segel kotak suara yang ditemukan di Kecamatan Tamalate. Ini adalah bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada, serta adanya oknum Komesioner KPU yang diduga tidak netral dalam pilkada Jeneponto,” ujar Nurhidayat.

Ia meminta kepada 5 komisioner KPU Jeneponto untuk bertanggung jawab atas adanya dugaan kecurangan yang terjadi di Pikada Jeneponto.

“Lima komisioner KPUD harus bertanggung jawab terhadap kecurangan yang dilakukan dalam Pilkada. KPUD harus bertanggung jawab terhadap pengrusakan segel dalam kotak suara dan saatnya panwas mengambil sikap dan proses secara hukum,” katanya.

Ia juga mendesak KPU Sulsel mencopot lima komisoner KPU Jeneponto dan tidak memasukkan dalam daftar calon komisioner KPU berikutnya dalam proses rekruitmen calon komisioner.

“Forum pemuda Jeneponto pun meminta kepada KPU provinsi dan KPU pusat untuk mencopot dan tidak meloloskan pada seleksi calon komisiner Jeneponto periode selanjutnya atas dasar 58 kotak suara yang segel dirusak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful menyayangkan ketidakpahaman oknum penyelenggara tingkat bawah dalam hal ini KPPS, PPS dan PPK Tamalatea dimana dokumen yang harus masuk dalam kotak dan mana dokumen yang harus di luar kotak. 

“Jadi ini sudah patut dugaan pelanggaran yang kuat, tanpa ada koordinas dengan panwas dan dihadiri saksi pasangan calon gubernur dan bupati,” tambah Saiful.

Fakta baru yang ia temukan dalam kasus dugaan pelanggaran ini, ada 33 segel kotak suara ditemukan oleh Panwas, ternyata sebanyak 58 kotak suara segel dirusak.

“Jadi betul, ternyata setelah kami kembali kroscek ternyata itu ada 58 (kotak suara) segelnya yang sudah tidak utuh,” ujarnya.

“Segel kotak suara yang dirusak itu bagian dari kotak suara namanya,” jelas Saiful.

Penulis: Dedi
Editor: Awang Darmawan

Iklan stie Amkop

Baca Juga