Serapan Anggaran Triwulan II Pemprov Sulsel Masih di Bawah Target

46
  • 2
    Shares
Rapat Monev
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Sulsel Triwulan II TA 2018 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, (19/07/2018) (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Serapan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel Triwulan II tahun 2018 masih di bawah target.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Sulsel Triwulan II TA 2018 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (19/07/2018).

Berdasarkan laporan Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, daya serap dan program yang telah dilaksanakan pada triwulan II tahun 2018 masih di bawah 50 persen sebagaimana yang ditargetkan sebelumnya.

Bahkan, hanya 5 OPD yang serapan anggarannya mencapai di atas 50 persen. Kelimanya adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dengan realisasi fisik 53,63 persen, Biro Perekonomian 51,52 persen, Badan Perencanaan Pembangunan Daera (Bappeda) 50,70 persen, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Pertiwi 50,41 persen, dan Dinas Sosial 50,26 persen.

Sementara 5 OPD yang serapan anggarannya paling rendah yaitu, UPTD Balai Kesehatan Kerja Masyarakat dengan realisasi fisik 4,26 persen, UPTD Akper Anging Mammiri 6,40 persen, Badan Penghubung Daerah 11,75 persen, UPTD Balai Pelayanan Kesehatan 12,31 persen, dan Dinas Pendidikan 15,27 persen.

“Saya berharap para pimpinan OPD mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di OPD masing-masing sehingga segala permasalahan yang menyebabkan capaian kinerja melambat harus dicari solusinya,” kata Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono.

Dia menurturkan ada beberapa penyebab masih rendahnya realisasi fisik dan keuangan dikarenakan keterlambatan penyelesaian administrasi keuangan dan proses penyelesaian internal di satuan kerja misalnya yang terjadi di UPTD lingkup Dinas Kesehatan.

“Hal-hal inilah yang perlu dicarikan solusi secara tepat dan cepat,” katanya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan