Demi Akses Politik, Agen Intelijen Rusia Tawarkan Seks ke Pejabat AS

134
  • 7
    Shares
Maria Butina
Agen Intelijen Rusia, Maria Butina (int)

SULSELSATU.com, RUSIA – Seorang agen Intelijen Rusia bernama Maria Butina dilaporkan menawarkan hubungan seks kepada pejabat Amerika Serikat demi mendapatkan akses ke dalam politik Washington.

Hal ini terungkap dalam persidangan di mana Butina dihadapkan pada dua tuntutan terkait upaya penyusupan ke pemerintahan AS pada Rabu (18/7/2018). Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara total hingga 15 tahun.

Dalam sidang, jaksa penuntut mengatakan Butina menawarkan hubungan seksual tersebut kepada salah satu pejabat AS demi mendapatkan tempat di dalam Asosiasi Senapan Nasional (NRA), kelompok yang dekat dengan Partai Republik.

Apabila dapat dibuktikan bersalah, ia terancam hukuman penjara total hingga 15 tahun. Dalam sidang, jaksa penuntut menuturkan Butina menawarkan hubungan seksual tersebut kepada salah satu pejabat AS untuk mendapatkan tempat di dalam Asosiasi Senapan Nasional (NRA), kelompok yang dekat dengan Partai Republik.

Jaksa tidak menyebutkan nama pejabat itu, tetapi CNN mengidentifikasi orang yang dimaksud yaitu Paul Erickson, salah satu aktivis dalam NRA. Butina kemudian secara diam-diam mengeluhkan situasi kehidupan dengan Erickson dan menawarkan hubungan seks ke orang lain “sebagai timbal balik atas posisi di dalam sebuah organisasi kepentingan khusus.”

Jaksa juga menyebut Butina bekerja di bawah kendali seorang pejabat Rusia. Media lokal menyebut orang itu adalah Alexander Torshin, sekutu Presiden Vladimir Putin yang saat ini memegang jabatan senior di bank pusat Rusia. Butina dan pejabat itu disebut menjalin relasi dengan sejumlah politikus AS untuk menciptakan komunikasi “jalur belakang” yang “dapat digunakan Rusia untuk menembus aparatur pembuat kebijakan nasional AS.”

Torshin dilaporkan pernah mengirimkan surat kepada Butina berisi pujian atas kinerja sang agen dalam memikat para pejabat AS. “Kamu melebihi Anna Chapman,” tulis Torshin merujuk pada seorang agen wanita Rusia yang kerap ditugaskan untuk menggoda pejabat AS. Ia dideportasi dalam pertukaran tahanan pada 2010 lalu.

Menurut jaksa penuntut, Butina memang menggunakan cara yang sama dengan Chapman. Publik mengenal mereka sebagai wanita cerdas, agresif, serta menarik. Dengan pesona mereka, para agen Rusia itu mengelabui dan terus membangun relasi dengan berbagai orang penting di Amerika.

Jaksa lantas memperlihatkan bukti percakapan di mana Butina mengirimkan foto berpose di depan gedung parlemen AS saat pelantikan Presiden Donald Trump. Torshin lantas membalas, “Gadis pemberani!” The New York Times memberikan laporan Butina pernah dua kali mencoba mengatur pertemuan rahasia antara Presiden Donald Trump dan Putin di tengah masa kampanye pemilu 2016.

Persidangan ini sendiri digelar hanya beberapa hari setelah AS mendakwa 12 pejabat intelijen Rusia terkait penyelidikan dugaan intervensi pemilihan umum pada 2016, yang disebut-sebut dilakukan Moskow untuk membantu kemenangan Trump. Akan tetapi, pengacara Butina, Robert Driscoll, meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan kliennya dengan penyelidikan besar-besaran terkait intervensi tersebut . “Butina bukanlah bagian dari isu substansial dan serius antara negara ini dengan Rusia saat ini,” ucap Driscol.

Editor : Febriansyah

Demi Akses Politik, Agen Intelijen Rusia Tawarkan Seks ke Pejabat AS 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga