None Ingatkan Tidak Boleh Ada Perpeloncoan di Sekolah

75
  • 3
    Shares
Irman Yl
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Memasuki tahun ajaran baru 2018/2019, sekitar 8.000 siswa SMA/SMK mengikuti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Rujab Gubernur, Kamis (19/07/2018).

MPLS ini dilakukan sebagai pengganti Masa Orientasi Sekolah (MOS) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, tidak ada perbedaan berarti antara MPLS dengan MOS. Hanya saja, MPLS ini lebih menekankan pada pengenalan sekolah mulai dari sumber belajar, karakteristik hingga kelebihan sekolah.

“Seumpama PMR yang memperlihatkan kemampuannya. Selama tiga hari ini diperihatkan apa yang sekolah miliki. Jadi bukan anak-anak baru yang disuruh baris tetapi seniornya yang menunjukkan bagaimana caranya,” kata None, sapaan akrab Irman.

Untuk pengawasan sendiri, kata dia, dilakukan secara berjenjang mulai dari pengawas sekolah, cabang Dinas Pendidikan hingga tim panitia PPDB. Jika memang terbukti ada pihak melakukan perpeloncoan, maka akan ditindak tegas.

“Sanksinya berat kalau ada perpeloncoan. Seniornya kena, kepala sekolahnya juga akan kena. Sanksinya mulai dari peringatan sampai dengan pencopotan dari jabatan, baik guru maupun kepala sekolah yang terbukti melakukan tindakan perpeloncoan atau mengada-ada seperti kucir-kucir rambut. Mudah-mudahan bisa tidak ada seperti itu,” harapnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Terpopuler